MENSYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN

MENSYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN

Oleh: Isa Ansori

Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah menganugerahkan beragam nikmat tak terhingga kepada bangsa Indonesia hingga saat ini, terutama nikmat kemerdekaan sejak 63 tahun yang lalu.

Kemerdekaan diperoleh dari perjuangan panjang para pahlawan yang mengorbankan segala yang mereka miliki harta, benda, bahkan nyawa untuk satu tujuan kesejahteraan hidup bagi seluruh warga bangsa dan seterusnya seperti tertuang dalam pembukaan UUD 45.

Satu fakta yang tidak dapat dibantah, bahwa mayoritas para pahlawan dan tokoh pejuang kemerdekaan adalah hamba-hamba Allah yang berjuang ikhlas dalam rangka mengabdi dan beribadah kepadaNya. Mereka berperang karena mereka telah didholimi dan diserang lebih dahulu, mereka mengusir penjajah karena mereka diusir dan diberlakukan sebagai budak di tanah sendiri. Perlawanan mereka terarah sebagaimana yang diajarkan Allah dan tidak melampui batas, karena pada dasarnya mereka mencintai perdamaian. Mereka menunaikan firman Allah:

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ . وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ كَذَلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ. فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ .وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim .( Al Baqarah: 190-193)

Mereka rela melepaskan kehidupan dan kesenangan dunia dengan berjuang melawan penjajah kafir, mencari syahid di jalan Allah daripada hidup di bawah kaki mereka, dan penuh harap bahwa Allah akan membalas usaha perjuangan mereka dengan keridhaanNya, sebagaimana janji Allah:

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Karena itu hendaklah orang-orang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar. An-Nisa: 74

Mereka telah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ini sebagaimana firman Allah:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Ali Imron: 169

Selanjutnya, sebagai generasi yang saat ini menikmati hasil perjuangan mereka, tanyakan pada diri kita sendiri, apa yang sudah kita perbuat untuk mengisi kemerdekaan hasil perjuangan para pahlawan? Masing-masing kita akan menemukan jawabannya sendiri-sendiri.

Allah telah mengajarkan bagaimana seharusnya kita menyikapi anugerah nikmat dariNya yang tiada hingga, termasuk kemerdekaan bangsa Indonesia yang saat ini kita peringati, ialah dengan bersykur kepadaNya.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Ibrahim: 7

Untuk dapat mensyukuri nikmat besar, mulailah dari mensyukuri nikmat yang kita pandang kecil, meski pada dasarnya semua nikmat Allah adalah besar. Bersyukur dan berterimakasihlah kepada para pahlawan dengan meneruskan perjuangan mereka mewujudkan warga bangsa sejahtera adil dan makmur, ini juga berarti kita bersyukur kepada Allah. Bersatulah untuk mewujudkan cita-cita bersama dan jangan bercerai-berai, sebab hanya dengan persatuan insyaAllah, keinginan bersama akan dapat diwujudkan. Ini sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW:

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى هَذِهِ الْأَعْوَادِ أَوْ عَلَى هَذَا الْمِنْبَرِ مَنْ لَمْ يَشْكُرْ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرْ الْكَثِيرَ وَمَنْ لَمْ يَشْكُرْ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرْ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَالتَّحَدُّثُ بِنِعْمَةِ اللَّهِ شُكْرٌ وَتَرْكُهَا كُفْرٌ وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ. رواه احمد

Dari Nu’man bin Basyar berkata, Rasulullah SAW bersabda di atas mimbar: “Barangsiapa tidak dapat mensyukuri nikmat yang kecil, ia tidak akan dapat mensyukuri nikmat yang besar. Dan barangsiapa tidak bisa bersyukur (berterimakasih) kepada manusia, ia tidak bisa bersyukur kepada Allah Azza Wajalla. Menyebut-nyebut nikmat Allah adalah dengan bersyukur, dan meninggalkan menyebut nikmatNya dengan bersyukur adalah kufur. Berjamaah (bersatu) adalah rahmat, bercerai adalah adzab. HR: Ahmad

Allah SWT. juga menegaskan:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ ءَايَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Ali Imron: 103

Selanjutnya marilah mengisi kemerdekaan dengan taqwa kepada Allah SWT. ialah dengan melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Sebab hanya dengan cara inilah seluruh nikmat Allah kepada bangsa kita, diantaranya negeri merdeka yang subur makmur akan tetap terjaga. Janganlah nikmat kemerdekaan memerdekakan pula nafsu kita untuk berbuat angkara murka dan bermaksiat kepadaNya. Karena hal itu akan menyebabkan murka Allah kepada bangsa kita dan tercabut nikmat-nikmatNya. Allah berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Al’araf: 96

Berjuang keras membuat perubahan ke arah kehidupan yang lebih baik dan pantang berputus asa, karena Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Ar Rad: 11

وَلَا تَيْئَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. Yusuf : 87

Mulailah dari diri sendiri saat ini melakukan perbuatan terbaik untuk hasil terbaik dan jangan pernah ditunda lagi. Berkerja dengan keras dan tidak menyerah dengan kesulitan-kesulitan yang ada, karena dibalik suatu kesulitan ada jalan keluarnya.

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا .إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا . فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ . وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. Alam Nasyrah: 5-8.

Tentang bagaimana memanfaatkan waktu dengan baik dalam rangka mengisi kemerdekaan ini, jangan lupa baca tulisan lain kami tentang Hisablah Diri Anda Sebelum Diri Anda Dihisab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s