Hisablah Diri Anda Sebelum Diri Anda Dihisab

HISABLAH DIRI ANDA SEBELUM DIRI ANDA DIHISAB
(SELAMAT TAHUN BARU 1429 H. DAN 2008 M.)

Tak terasa perjalanan hidup kita telah bertambah satu tahun. Dan kini kita menapaki tahun baru 1429 H. dan 2008 M. Selamat tahun baru semoga di tahun ini kita akan lebih baik dari tahun kemarin.

Tidada salahnya di awal tahun baru ini kita mengevaluasi dan mengkaji kembali apa yang sudah kita perbuat dalam rangka pengabdian kita kepada Allah SWT. Sudahkan kita penuhi perintah-perintahNya dan kita jauhi larangan-laranganNya? Atau malah sebaliknya? Allah SWT berfirman:

ياايهاالذين امنوا اتقواالله ولتنظر نفس ماقدمت لغد واتقوااللهقلى ان الله خبيربماتعملون. ولاتكون كالذين نسواالله فأنسهم انفسهم أولئك هم الفاسقون. لايستوي اصحب النارواصحب الجنةقلاصحب الجنة هم الفائزون. الحشر:18-20

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung”. (Al Hasyr: 18-20)

Dalam mengevaluasi diri, ingatlah kembali tujuan hidup kita di dunia. Allah menciptakan kita manusia di dunia ini tiada lain semata untuk mengabdi kepadaNya. Tentang hal ini baca kembali tulisan kami yang berjudul “Berbuat Dengan Ikhlas Karena Allah SWT.” sebelumnya. Dengan selalu memperhatikan tujuan hidup maka akan kita ketahui kearah mana hidup telah kita bawa.

Rasulullah SAW. ketika berbicara tentang kehidupan di dunia ini kepada Ibnu Umar Beliau menyatakan:

عن ابن عمر رضى الله عنهماقال: أخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم بمنكبى فقال: كن فى الدنيا كأنك غريب او عابر سبيل… رواه البخارى

Dari Ibnu Umar RA. berkata: “Rasululluah SAW memegang kedua pundakku lalu bersabda: “Jadilah kamu hidup di dunia ini seolah-olah kamu orang asing atau orang yang sedang dalam perjalanan”… (HR. Bukhari)

Ini menunjukkan dan mengingatkan kepada kita bahwa janganlah pernah sekali-kali menjadikan dunia sebagai tujuan akhir kehidupan yaitu dengan berusaha keras sekuat tenaga mengumpulkan harta benda dunia dan melalaikan bahwa setiap yang kita usahakan adalah untuk pengabdian kepadaNya. Allah berfirman:

اعلموا انماالحيوةالدنيالعب ولهو وزينة وتفاخربينكم وتكاثر فى الاموال والاولد كمثل غيث اعجب الكفر نباته ثم يهيج فتره مصفرا ثم يكون حطاما وفى الاخرة عذاب شديد ومغفرة من الله ورضوان وماالحيوةالدنيا الامتاع الغرور.سبقوا الى مغفرة من ربكم وجنة عرضهاكعرض السماء والارض اعدت للذين امنوا بالله ورسلهقلذلك فضل الله يؤتيه من يشاءقلوالله ذوالفضل العظيم. الحديد:-2120

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang kuat dan ampunan dari Allah serta keridhaanNya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Berlomba-lombalah kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasulNya. Itulah karunia Allah, diberikannya kepada siapa yang dikehendakiNya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar”. (Alhadid: 20-21).

Ini sama sekali bukan berarti Allah melarang kita untuk bekerja dan berusaha keras mencari harta dunia. Tapi bahkan sebaliknya Allah menyuruh kita bekerja keras untuk mendapatkan kehidupan dunia. Yang Allah inginkan adalah ketika kita bekerja keras mencari harta dunia, janganlah melupakan bahwa kita melakukan semua itu adalah karena Allah. Harta benda sebagai hasil yang kita dapatkan dari usaha keras itu nantinya kita tasarufkan di jalan Allah. Yang Allah peringatkan kepada kita dari ayat itu adalah banyak dari kita yang melupakan Allah dalam setiap usaha keras kita untuk mendapatkan dunia, lalu hasilnyapun kita tasarufkan untuk bermaksiat kepadaNya. Allah berfirman:

وابتغ فيما اتاك الله الدرالاخرة ولاتنسى نصيبك من الدنيا واحسن كما احسن الله اليك ولاتبغ الفساد فى الارض ان الله لايحب المفسدين. القصص: 77

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang-orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (Al Qashash: 77).

Rasulullah SAW menyatakan bahwa Allah SWT menyukai orang Mu’min yang kuat dalam segala hal sehingga mampu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam rangka beribadah kepadaNya dan Allah sangat membenci orang yang lemah dan bermalas-malasan.

عن ابي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: المؤمن القوي خير واحب الى الله من المؤمن الضعيف وفى كل خير احرص على ماينفعك واستعن بالله ولا تعجز وإن أصابك شيئ فلا تقل لو أني فعلت كان كذاوكذا ولكن قل قدرالله وماشاء فعل فإن لو تفتح عمل الشيطان. رواه مسلم

Dari Abi Hurairah RA berkata, telah bersabda Rasulullah SAW: “Mu’min yang kuat lebih bagus dan lebih disukai Allah ketimbang Mu’min yang lemah. Dan dalam setiap kebaikan senang/ambisilah atas apa-apa yang mendatangkan kebaikan padamu dan mintalah tolong kepada Allah dan janganlah lemah. Dan apabila suatu musibah menimpamu maka janganlah kamu berkata: “Andaikata aku melakukan begini, pasti akan begini-begini”. Akan tetapi katakanlah: “Allah telah menentukan qadar kepadaku dan apa saja yang Allah kehendaki akan terjadi”. Karena kata-kata “Jikalau” itu membuka perbuatan syaithan”. (HR. Muslim).

Allah dalam salah satu firmanNya juga menegaskan:

وليخشى الذين لو تركوا من خلفهم ذرية ضعافا خفوا عليهمص فليتقواالله وليقولوا قولا شديدا. النساء: 9

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. (An Nisa: 9).

Sudahkah kita melakukan yang terbaik di tahun lalu? Marilah kita segera berbenah menuju yang diridhaiNya jika selama ini banyak maksiat yang kita lakukan. Manfaatkanlah setiap kesempatan yang ada untuk kita penuhi dengan beragam karya untuk kemajuan dunia dan akhirat dalam rangka beribadah kepadaNya. Jangan biarkan setiap kesempatan berlalu tanpa arti. Hadis Rasulullah SAW:

عن ابن عباس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: نعمتان مغبون فيهما كثيرمن الناس: الصحة والفراغ. رواه البخاري

“Dari Ibnu Abas berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu oleh keduanya, ialah: Sehat dan waktu luang” (HR. Bukhari).
Dan lebih jauh Rasul SAW menyatakan:

اغتنم خمس قبل خمس: حياتك قبل موتك وصحتك قبل سقمك وفراغك قبل شغلك وشبابك قبل هرمك وغناك قبل فقرك. رواه الحاكم والبيهقي واحمد

“Pergunakanlah dengan baik lima kesempatan sebelum datang lima yang lain: Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, masa mudamu sebelum masa tuamu dan kayamu sebelum fakirmu”. (HR. Hakim, Baihaqi dan Ahmad)

Mulailah dari detik ini kita niatkan setiap aktivitas untuk beribadah dan jangan lagi pernah menunda-nunda. Ibnu Umar dalam lanjutan hadis di awal tulisan ini mengatakan:

وكان ابن عمر رضي الله عنهما يقول: إذا أمسيت فلا تنتظرالصباح وإذا أصبحت فلا تنتظرالمساء وخذ من صحتك لمرضك ومن حياتك لموتك

“Adalah Ibnu Umar RA ia berkata: “Jika engkau berada di waktu sore maka janganlah menunggu-nunggu pagi, dan jika engkau berada di waktu pagi maka janganlah engkau menunggu-nunggu waktu sore. Manfaatkanlah waktu sehatmu untuk sakitmu dan waktu hidupmu untuk matimu”.

Selalulah bertaqarrub kepadaNya dan memohon pertolonganNya. Ingatlah Allah lebih senang untuk selalu dekat dengan kita lebih dari senang kita untuk mendekatiNya. Rasulullah SAW bersabda:

عن انس رضي الله عنه عن النبى صلى الله عليه وسلم فيمايرويه عن ربه عزوجل قال: إذا تقرب العبد الي شبرا تقربت اليه ذراعا وإذا تقرب الي ذرعا تقربت منه باعا وإذا اتاني يمشي أتيته هرولة. رواه البخاري

Dari Anas RA dari Nabi SAW yang beliau meriwayatkan dari Tuhannya Allah Azza wa Jalla, Allah berfirman: “Apabila seorang hamba berusaha mendekatiKu satu jengkal maka Aku akan dekati dia satu hasta. Dan bila ia mendakatiKu satu hasta, maka Aku akan dekati dia satu rentang tangan. Dan jika ia mendatangiKu dengan berjalan, maka Aku akan datangi dia dengan cepat. (HR. Bukhari)

Demikianlah mudah-mudahan kita senantiasa berusaha untuk lebih baik di tahun ini dan juga masa-masa yang akan datang. Ingat selalu sabda Nabi SAW. “Barangsiapa hari ini lebih baik dari hari kemarin dialah orang yang beruntung. Barangsiapa hari ini sama seperti hari kemarin dialah orang yang rugi dan Barangsiapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah orang yang celaka”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s