Aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah Menyesatkan Umat


ALIRAN AL-QIYADAH AL-ISLAMIYAH MENYESATKAN UMMAT
Oleh: Isa Ansori

Akhir-akhir ini media massa ramai memberitakan tentang al-Qiyadah al-Islamiyah, satu aliran baru dalam Islam yang dipandang sesat, menyusul telah ditetapkannya aliran itu sebagai aliran sesat oleh Majlis Ulama Indonesia, Kejati DKI dan polisi. Kontroversi al-Qiyadah sebagai aliran sesat ini muncul, setelah beberapa bagian dari ajarannya menabrak pakem syari’at yang telah diyakini shoheh kebenarannya (mujma’ alaih) oleh mayoritas umat Islam di dunia.
Ajaran-ajaran kontroversial al-Qiyadah yang dianggap sesat oleh MUI dan mayoritas umat Islam itu adalah:
1. Pengakuan Ahmad Mushadek sebagai pimpinan utama al-Qiyadah yang mendakwakan dirinya sebagai Rasul (utusan) Allah melalui wahyu yang ia klaim telah ia terima dari Allah SWT setelah menjalani pertapaan selama 40 hari 40 malam di sebuah gubuk di villanya yang berada di gunung Bundan Bogor. Selanjutnya Mushadek merubah syahadat menjadi “Asyhadu alla ilaha illa Allah, wa asyhadu anna al masih al maw’ud Rasulullah”. Ia menyebut dirinya sebagai “Al-Masih al-Maw’ud” yang berarti Nabi yang dijanjikan Allah akan muncul menjelang hari kiamat. Dalam salah satu hadis Nabi Muhammad SAW, nabi yang dimaksud adalah Nabi Isa Alaihi Salam. Dan dalam hadis yang lain disebut dengan al-Mahdi yang bertugas menghancurkan Dajjal.
2. Ahmad Mushadek menganggap ajarannya adalah ajaran baru yang datang dari Allah dan belum final yang juga berperan untuk meluruskan ajaran nabi sebelumnya termasuk Muhammad SAW, sehingga Mushadek mengajarkan kepada para pengikutnya bahwa sholat, puasa Ramadhan, zakat, haji dan kewajiban-kewajiban lainnya adalah ibadah yang belum diwajibkan oleh Allah, sehingga tidak wajib dilaksanakan.
Ajaran Mushadek menjadi sangat kontroversial karena bersentuhan langsung dengan rukun iman dan Islam. Bila yang dimaksud Mushadek sebagai Nabi yang diturunkan kembali oleh Allah SWT adalah Nabi Isa alaihissalam, Mushadek telah memanfaatkan dan memutarbalikkan hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa Nabi Isa akan turun ke dunia sebelum datang kiamat. Mushadek mendakwakan dirinya sebagai al-masih jelmaan nabi Isa yang dijanjikan Allah (al-maw’ud) untuk meluruskan ajaran-ajaran rasul sebelumnya termasuk Muhammad SAW. Padahal dalam hadis itu sangat jelas bahwa nabi Isa turun ke dunia adalah untuk mengokohkan ajaran Muhammad SAW dan meluruskan ajaran yang pernah ia bawa sebelumnnya yang telah banyak diselewengkan oleh para pengikutnya. Terjemahan dari matan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim riwayat dari Abi Hurairah adalah sebagai berikut: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Demi Allah yang jiwaku ada dikekuasaanNya, sungguh segera akan turun di tengah-tengah kamu anak laki-laki Maryam sebagai hakim yang adil, ia akan memecahkan salib-salib, membunuh babi-babi, menghapuskan pajak-pajak, mensedekahkan harta benda, sehingga tidak ada yang mau menerimannya seorangpun”. (HR. Bukhari Muslim).

عن أبى هريرة رضي الله قال قال رسول الله ص م. والذي نفسى محمد بيده ليوشكن أن ينزل فيكم إبن مريم حكما عدلا فيكسر الصلب ويقتل الحنزير ويضع الجزية ويفيض المال حتى لا يقبله احد… (متفق عليه)

Dari hadis tersebut jelas bahwa Nabi Isa diturunkan Allah untuk meluruskan kembali ajaran beliau sendiri sebab terdapat sebagian dari ajarannya telah diselewengkan oleh para pengikutnya, dan beliau adalah sebagai hakim yang adil dengan mengokohkan ajaran Muhammad SAW.
Dan jika yang dimaksudkan oleh Mushadek bahwa dia adalah Imam Mahdi, Imam Mahdi tidak diturunkan oleh Allah untuk menyebarkan syari’at baru, tetapi tetap tunduk kepada syari’at Rasulullah SAW. bahkan membela dan melindunginya dari usaha perusakan-perusakan yang dilakukan oleh ulah Dajjal, bahkan beliau yang akan membunuhnya.
Dengan menganggap dirinya sebagai al-masih al-maw’ud, Mushadek menganggap dirinya sebagai rasul baru yang membawa ajaran atau syari’at baru dan meluruskan ajaran atau syari’at Nabi Muhammad SAW. Ajaran seperti ini disamping bertentangan dengan hadis Rasulullullah SAW diatas juga bertentangan dengan hadis Nabi SAW. lainnya yang juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim riwayat dari Abu Hurairah:

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله ص م قال إن مثلي ومثل الانبياء من قبلي كمثل رجل بني بيتا فأحسنه وأجمله إلا موضع لبنة من زاوية فجعل الناس يطوفون ويعجبون له ويقولون هلا وضعت هذه اللبنة قال فأنا الللبنة وأنا ختم النبين (رواه البخاري
ٍ
“Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan para Nabi sebelumku adalah seperti perumpamaan seorang laki-laki yang membangun sebuah rumah, ia berusaha membuat baik dan indah bangunan rumah tersebut, kecuali ada satu bagian yang terdapat penempatan batu bata di pucuknya, lalu manusia datang mengelilingi bangunan itu dan merasa ta’jub dengan keindahannya dan mereka berkata: “siapakah yang memasang batu bata ini?” Nabi bersabda: “Akulah pemasang batu bata itu, dan akulah penutup para Nabi”. (HR. Bukhari).
Dalam surat al-Ahzab 40, Allah berfirman:

ماكان محمد ابااحد من رجالكم ولكن رسول الله وخاتم النبين وكان الله بكل شيئ عليما (الاحزاب: 40

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.

Ajaran al-Qiyadah al-Islamiyah selain menabrak dasar-dasar keimanan Islam juga menabrak dasar-dasar keIslaman. Al-Qiyadah yang menganggap dirinya sebagai ajaran baru memandang kewajiban shalat, puasa, zakat, haji dan ajaran Islam lainnya yang dibawa Nabi SAW. adalah ajaran lama yang tidak wajib dilaksanakan. Al-Qiyadah merumuskan bentuk ibadahnya sendiri menurut wahyu yang diterima oleh Mushadek seperti kewajiban shalat di waktu malam. Pembaharuan ibadah model Mushadek ini jelas bertentangan dengan ayat al-Qur’an diantaranya surat al-Bayyinah ayat 5. Disini tampak ketidakkonsistenan Mushadek, di satu sisi dia sering menggunakan ayat-ayat al-Qur’an untuk mengukuhkan keyakinannya dihadapan murid-muridnya seperti yang ia ajarkan dalam setiap pengajian-pengajian kelompoknya, sementara ajaran inti dari al-Qur’an tentang shalat, zakat, puasa, haji dan yang lainnya malah ia tinggalkan. Disini lebih tepat dikatakan Mushadek menodai Islam. Sesungguhnya akan lebih aman jika Mushadek mendeklarasikan agama lain dan bukan bernama Islam, sehingga tidak akan menimbulkan benturan dengan pengikut-pengikut Islam yang mengimani Muhammad SAW sebagai nabi akhir jaman.
Dalam surah al-Bayyinah ayat 5 Allah berfirman:

وما أمروا الا ليعبدوا الله مخلصين له الدين حنفاء ويقيمواالصلوة ويؤتوا الزكوة وذلك دين القيمة. (الاحزاب: 5

“Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan demikian itulah agama yang lurus”. (QS. Al-Bayyinah: 5).

قال رسول الله ص م بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وحج البيت و الصوم رمضان. (رواه مسلم

Bersabda Rasulullah SAW: “Islam didiran di atas lima pondasi: 1). Syahadat sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hambaNya dan RasulNya; 2). Mendirikan shalat; 3). Menunaikan zakat; 4).Haji ke Baitullah; dan 5). Puasa bulan Ramadhan” (HR. Muslim)
Rasulullah SAW bersabda:

العهد الذي بيننا ؤبينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر. (رواه الترمذي

“Janji yang membedakan antara kita (orang Islam) dengan mereka (orang non Islam) adalah Shalat; maka barangsiapa meninggalkan shalat sungguh ia telah kafir (keluar dari Islam). (HR. Tarmidzi).
عن أبى هريرة عن رسول الله ص م أنه قال والذي نفسي محمد بيده لا يسمع بي أحد من هذه الأمة يهودي ولا نصراني ثم يموت ولم يؤمن بالذي أرسلت به الا كان من اصحاب النار. (رواه مسلم

Dari Abi Hurairah dari Nabi SAW beliau bersabda: “Demi Allah yang diri Muhammad ada dalam kekuasaanNya, Tidak mendangarkanku seorang umat dari umat-umat baik Yahudi atau Nasrani kemudian dia mati dan tidak beriman dengan risalah yang aku diutus untuknya kecuali Dia adalah penghuni neraka”. (HR. Muslim)

Demikian mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat untuk menjelaskan kedudukan aliran al-Qiyadah al-Islamiyah dipandang dari ajaran Islam yang dibawa oleh Rosulullah SAW., dan memagari para pemeluk Islam yang belum terpengaruh agar tidak masuk ke dalam aliran itu, dan mengajak kepada yang sudah masuk ke dalamnya untuk bertobat dan kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya. Catatan terpenting adalah agar umat Islam tidak main hakim sendiri dalam menghadapi kelompok ini, tetapi menyerahkan penyelesaian urusan ini kepada pemerintah (kepolisian).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s