<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Weblog Ansori OK</title>
	<atom:link href="http://ansoriok.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ansoriok.wordpress.com</link>
	<description>ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Feb 2011 08:31:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ansoriok.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Weblog Ansori OK</title>
		<link>http://ansoriok.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ansoriok.wordpress.com/osd.xml" title="Weblog Ansori OK" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ansoriok.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MENGENAL TASAWUF</title>
		<link>http://ansoriok.wordpress.com/2009/01/30/mengenal-tasawuf/</link>
		<comments>http://ansoriok.wordpress.com/2009/01/30/mengenal-tasawuf/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 08:41:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-Tulisan Saya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ansoriok.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[  MENGENAL TASAWUF Oleh: Isa Ansori A. PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk Allah yang sempurna yang diciptakan untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi dengan tujuan semata beribadah kepada-Nya. Allah berfirman: لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ “Sesungguhnya Kami telah menciptakan &#8230; <a href="http://ansoriok.wordpress.com/2009/01/30/mengenal-tasawuf/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=51&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="post-body entry-content">
<p> </p>
<div><strong><span style="font-size:130%;color:#000099;"><span style="font-size:medium;">MENGENAL TASAWUF</span></span></strong></div>
<div>Oleh: Isa Ansori</div>
<div><strong>A. PENDAHULUAN</strong></div>
<div>Manusia adalah makhluk Allah yang sempurna yang diciptakan untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi dengan tujuan semata beribadah kepada-Nya. Allah berfirman:</div>
<div><span style="font-size:medium;"><span style="font-size:130%;">لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ</span><br />
</span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (At-Tin: 4)<br />
</em><br />
<span style="font-size:medium;"><span style="font-size:130%;">وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ</span><br />
</span></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.&#8221; mereka berkata: &#8220;Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?&#8221; Tuhan berfirman: &#8220;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.&#8221; (Al-Baqarah: 30)<br />
</em><br />
<span style="font-size:130%;"><span style="font-size:medium;">وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ<br />
</span></span></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Ad-Dzariat: 56)<br />
</em><br />
Selanjutnya Rasulullah memberi tuntunan bagaimana proses ibadah itu hendaknya diwujudkan:</div>
<div><span style="font-size:medium;"><span style="font-size:130%;">عن أبي هُرَيْرَةَ قال كان النبيُّ صلى الله عليه وسلم بارزًا يومًا للناسِ فأَتاه رجلٌ فقال: ما الإيمان قال: الإيمان أن تؤمنَ بالله وملائكتِهِ وبلقائِهِ وبرسلِهِ وتؤمَن بالبعثِ قال: ما الإسلامُ قال: الإسلامُ أن تعبدَ اللهَ ولا تشركَ به وتقيمَ الصلاةَ وتؤدِّيَ الزكاةَ المفروضةَ وتصومَ رمضانَ قال: ما الإحسان قال: أن تعبدَ الله كأنك تراهُ، فإِن لم تكن تراه فإِنه يراك قال: متى الساعةُ قال: ما المسئولُ عنها بأَعْلَم مِنَ السائل، وسأُخبرُكَ عن أشراطِها؛ إِذا وَلَدَتِ الأَمَةُ رَبَّهَا، وَإِذا تطاولَ رُعاةُ الإبِلِ البَهْمُ في البنيان، في خمسٍ لا يعلمهنَّ إِلاَّ الله ثم تلا النبيُّ صلى الله عليه وسلم (إِنَّ الله عنده علم الساعة ) الآية: ثم أدبر فقال: رُدُّوه فلم يَرَوْا شيئاً فقال: هذا جبريل جاءَ يُعَلِّمُ الناسَ دينَهم .متفق عليه</span><br />
</span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Dari Abi Hurairah ia berkata: Suatu hari Nabi SAW. nampak di tengah manusia, lalu seorang laki-laki mendatanginya dan bertanya: “Apakah iman itu?” Rasul menjawab: “Iman ialah engkau percaya pada Allah, Malaikat-Nya, bertemu dengan-Nya, Rasul-Nya dan bangkit dari kubur (hari kiamat). Lelaki itu bertanya lagi: “Apakah Islam itu?”. Rasul menjawab: “Islam adalah Engkau menyembah Allah dan jangan menyekutukan-Nya, dirikanlah shalat, tunaikan zakat fardhu, dan berpusa bulan Ramadhan”. Lelaki itu bertanya lagi: “Apakah Ihsan itu?”. Rasul menjawab: “Hendaklah engkau beribadah/menyembah Allah seolah-olah engkau melihat Allah, lalu jika engkau tak melihat-Nya ketahuilah sesungguhnya Dia melihatmu”. Lelaki itu bertanya lagi: “Kapan terjadi hari kiamat?”: Rasul menjawab: “Tidaklah orang yang ditanya tentang hal ini (rasul) lebih mengetahui jawabannya dari si penanya, aku akan jelaskan tentang tanda-tanda kiamat (ialah): apabila seorang budak melahirkan tuannya, apabila para penggembala binatang ternak telah berlomba bermegah dalam bangunan, ia termasuk lima hal yang tak seorangpun mengetahuinya kecuali Allah”, lalu Rasul membaca ayat: إِنَّ الله عنده علم الساعة sampai ayat terahir. Lalu lelaki itu pergi dan Nabipun berkata kepada para sahabat: “Panggillah lelaki itu”, tetapi tak seorangpun dari sahabat melihatnya lagi. Lalu Nabi berkata: “Lelaki itu adalah Jibril, ia datang untuk mengajarkan kepada manusia tentang agama”. (HR. Bukhari dan Muslim)<br />
</em><br />
Pada hadis di atas Nabi membimbing setiap Muslim dalam beribadah dan menyembah Allah dengan konsep Ihsan yang dijelaskan rasul dengan: “Hendaklah engkau beribadah/menyembah Allah seolah-olah engkau melihat Allah, lalu jika engkau tak melihat-Nya ketahuilah sesungguhnya Dia melihatmu”. Konsep ini adalah dasar bertasawuf dalam Islam. Menurut rasul, setiap muslim hendaklah selalu menjalin hubungan yang intim dengan Tuhannya setiap saat. Sebab, bagi muslim setiap gerak anggota badan, panca indera dan bahkan hati adalah rangkaian pemenuhan kewajiban ibadah kepada-Nya. Allah berfirman:</div>
<div><span style="font-size:130%;"><span style="font-size:medium;">وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا<br />
</span></span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al-Isro: 36)<br />
</em><br />
Allah sangat dekat dengan hamba-hambaNya, Allah berfirman:</div>
<div><span style="font-size:medium;"><span style="font-size:130%;">وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ</span><br />
</span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (Al-Baqarah: 186)<br />
</em><br />
Selanjutnya kalangan ulama tasawuf memberikan pengajaran bagaimana langkah-langkah yang harus ditempuh oleh seorang muslim untuk mewujudkan perilakau ihsan dalam keseharian dengan beragam jalan diantaranya maqamat seperti dirumuskan oleh para sufi.<br />
Permasalahannya adalah: Darimana asal usul tasawuf dan Apa konsep maqamat dalam tasawuf serta aplikasinya dalam kehidupan?</div>
<p>B. PENGERTIAN TASAWUF</p></div>
<div>Sebelum lebih jauh membahas tentang asal-usul tasawuf, sedikit kami berikan pengertian singkat sufi dan tasawuf. Ada beberapa pendapat tentang asal-usul kata tasawuf. Ada yang mengatakan bahwa tasawuf berasal dari kata safa’, artinya suci, bersih atau murni. Karena memang, jika dilihat dari segi niat maupun tujuan dari setiap tindakan dan ibadah kaum sufi, maka jelas bahwa semua itu dilakukan dengan niat suci untuk membersihkan jiwa dalam mengabdi kepada Allah SWT. Ada lagi yang mengatakan tasawuf berasal dari kata saff, artinya saff atau baris. Mereka dinamakan sebagai para sufi, menurut pendapat ini, karena berada pada baris (saff) pertama di depan Allah, karena besarnya keinginan mereka akan Dia, kecenderungan hati mereka terhadap-Nya. Ada pula yang mengatakan bahwa tasawuf berasal dari kata suffah atau suffah al Masjid, artinya serambi mesjid. Istilah ini dihubungkan dengan suatu tempat di Mesjid Nabawi yang didiami oleh sekelompok para sahabat Nabi yang sangat fakir dan tidak mempunyai tempat tinggal. Mereka dikenal sebagai ahli suffah. Mereka adalah orang yang menyediakan waktunya untuk berjihad dan berdakwah serta meninggalkan usaha-usaha duniawi. Jelasnya, mereka dinamakan sufi karena sifat-sifat mereka menyamai sifat orang-orang yang tinggal di serambi mesjid (suffah) yang hidup pada masa nabi SAW. Sementara pendapat lain mengatakan bahwa tasawuf berasal dari kata suf, yaitu bulu domba atau wol. Hal ini karena mereka (para sufi) tidak memakai pakaian yang halus disentuh atau indah dipandang, untuk menyenangkan dan menenteramkan jiwa. Mereka memakai pakaian yang hanya untuk menutupi aurat dengan bahan yang terbuat dari kain wol kasar (suf).</div>
<div>Sedangkan tasawuf menurut beberapa tokoh sufi adalah seperti berikut:<br />
1. Bisyri bin Haris mengatakan bahwa sufi ialah orang yang suci hatinya menghadap Allah SWT.<br />
2. Sahl at-Tustari mengatakan bahwa sufi ialah orang yang bersih dari kekeruhan, penuh dengan renungan, putus hubungan dengan manusia dalam menghadap Allah SWT, dan baginya tiada beda antara harga emas dan pasir.<br />
3. Al-Junaid al-Bagdadi (w. 289 H), tokoh sufi modern, mengatakan bahwa tasawuf ialah membersihkan hati dari sifat yang menyamai binatang dan melepaskan akhlak yang fitri, menekan sifat basyariah (kemanusiaan), menjauhi hawa nafsu, memberikan tempat bagi kerohanian, berpegang pada ilmu kebenaran, mengamalkan sesuatu yang lebih utama atas dasar keabadiannya, memberi nasihat kepada umat, benar-benar menepati janji terhadap Allah SWT, dan mengikuti syari’at Rasulullah SAW.<br />
4. Abu Qasim Abdul Kari mal-Qusyairi memberikan definisi bahwa tasawuf ialah menjabarkan ajaran-ajaran al-Qur’an dan sunah, berjuang mengendalikan nafsu, menjauhi perbuatan bid’ah, mengendalikan syahwat, dan menghindari sikap meringan-ringankan ibadah.<br />
5. Abu Yazid al-Bustami secara lebih luas mengatakan bahwa arti tasawuf mencakup tiga aspek, yaitu kha (melepaskan diri dari perangai yang tercela), ha (menghiasi diri dengan akhlak yang terpuji) dan jim (mendekatkan diri kepada Tuhan).</div>
<div><strong>C. TUJUAN TASAWUF</strong></div>
<div>Adapun tujuan tasawuf adalah:<br />
1. Menurut Harun Nasution, tujuan tasawuf adalah mendekatkan diri sedekat mungkin dengan Tuhan sehingga ia dapat melihat-Nya dengan mata hati bahkan rohnya dapat bersatu dengan Roh Tuhan.<br />
2. Menurut K. Permadi, tujuan tasawuf ialah fana untuk mencapai makrifatullah, yaitu leburnya diri pribadi pada kebaqaan Allah, dimana perasaan keinsanan lenyap diliputi rasa ketuhanan.</div>
<div>Dengan demikian inti dari ajaran tasawuf adalah menempatkan Allah sebagai pusat segala aktivitas kehidupan dan menghadirkan-Nya dalam diri manusia sebagai usaha memperoleh keridaan-Nya.</div>
<div><strong>D. ASAL USUL TASAWUF</strong></div>
<div>Tasawuf Islam bersumber dari al-Qur’an dan Hadis. Banyak ayat al-Qur’an dan Hadis Nabi SAW. berbicara tentang hubungan antara Allah dengan hamba-Nya manusia, diantaranya seperti tertulis pada pendahuluan di atas.</div>
<div>Secara umum Islam mengatur kehidupan yang bersifat lahiriah atau jasadiah, dan kehidupan yang bersifat batiniah. Pada unsur kehidupan yang bersifat batiniah inilah kemudian lahir tasawuf. Unsur kehidupan tasawuf ini mendapat perhatian yang cukup besar dari sumber ajaran Islam, al-Qur’an dan al-Sunnah serta praktek kehidupan Nabi dan sahabatnya. Lebih jauh, al-Qur’an berbicara tentang kemungkinan manusia dan Tuhan dapat saling mencintai (mahabbah) seperti dalam al-Maidah: 54; perintah agar manusia senantiasa bertaubat (at-Tahrim: 8); petunjuk bahwa manusia akan senantiasa bertemu dengan Tuhan dimanapun mereka berada (al-Baqarah: 110); Allah dapat memberikan cahaya kepada orang yang dikehendaki (an-Nur: 35); Allah mengingatkan manusia agar dalam hidupnya tidak diperbudak oleh kehidupan dunia dan harta benda (al-Hadid, al-Fathir: 5); dan senantiasa bersikap sabar dalam menjalani pendakatan diri kepada Allah SWT (Ali Imron: 3).<br />
Begitu juga perintah Allah untuk ikhlas semata mengharap ridha-Nya dalam beribadah (al-Bayinah: 5); berperilaku jujur (al-Anfal: 58), adil, taqwa (al-Maidah: 6); yakin, tawakal (al-Anfal: 49); qonaah, rendah hati dan tidak sombong (al-Isra’:37); beribadah dengan penuh pengharapan terhadap ridha-Nya (raja’) (al-Kahfi: 110), takut terhadap murka Allah atas segala dosa (khauf) (at-Tahrim: 6); menahan hawa nafsu (Yusuf: 53); amar ma’ruf nahi munkar (Ali Imron: 104); dan banyak lagi konsep akhlak dan amal diajarkan dalam al-Qur’an kesemuanya adalah sumber tasawuf dalam Islam.</div>
<div>Sejalan dengan apa yang dibicarakan al-Qur’an, as-Sunnah pun banyak berbicara tentang kehidupan rohaniah. Teks hadis qudsi berikut dapat dipahami dengan pendekatan tasawuf:</div>
<div><span style="font-size:medium;"><span style="font-size:130%;">كنت كنزا مخفيا فاحببت ان اعرف فخلقت الخلق فبى عرفونى</span><br />
<em></em></span></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, maka Aku menjadikan makhluk agar mereka mengenal-Ku”.</em></div>
<p>Hadis tersebut memberi petunjuk bahwa alam raya, termasuk manusia adalah merupakan cermin Tuhan, atau bayangan Tuhan. Tuhan ingin mengenalkan diri-Nya melalui penciptaan alam ini. Dengan demikian dalam alam raya ini terdapat potensi ketuhanan yang dapat didayagunakan untuk mengenal-Nya. Dan apa yang ada di alam raya ini pada hakikatnya adalah milik Tuhan dan akan kembali kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam al-Baqarah: 156: “Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: &#8220;Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji&#8217;uun&#8221; Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali.” dan al-Baqarah 45-46: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu&#8217;, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”</p>
<div>Juga hadis riwayat Imam Bukhari berikut yang menyatakan:</div>
<div><span style="font-size:130%;"><span style="font-size:medium;">لا يزال العبد يتقرب الي بالنوافل حتى احبه فاذا احببته كنت سمعه الذى يسمع وبصره الذى يبصر به ولسانه الذى ينطق به ويده الذى يبطش بها ورجله الذى يمشوى بها فبى يسمع فبى يبصر وبى ينطق وبى يعقل وبى يبطش وبى يمشى.<br />
</span></span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Senantiasa seorang hamba itu mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunat, sehingga Aku mencintainya. Maka apabila Aku mencintainya maka jadilah Aku pendengarannya yang dia pakai untuk mendengar, penglihatannya yang dia pakai untuk melihat, lidahnya yang dia pakai untuk berbicara, tangannya yang dia pakai untuk mengepal dan kakinya yang dia pakai untuk berjalan; maka dengan-Ku lah dia mendengar, melihat, berbicara, berfikir, meninju dan berjalan.”</em></div>
<p>Hadis tersebut memberi petunjuk dapat bersatunya manusia dan Tuhan, yang selanjutnya dikenal dengan istilah al-Fana’ yaitu fana’nya makhluk kepada Tuhan yang saling mencintai.<br />
Benih-benih tasawuf dipraktekkan langsung oleh Muhammad SAW. dalam kehidupan kesehariannya. Perilaku hidup Nabi SAW sebelum diangkat menjadi Rasul, berhari-hari beliau berkhalawat di gua Hira’, terutama pada bulan Ramadhan. Di sana Nabi SAW banyak berzikir dan bertafakur mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pengasingan diri Nabi SAW. di gua Hira’ ini merupakan acuan utama para sufi dalam berkhalawat. Puncak kedekatan Nabi SAW dengan Allah terjadi ketika beliau melakukan Isro’ wal mi’roj. Dikisahkan Nabi berdialog langsung dengan Allah ketika menerima perintah Shalat lima waktu.</p>
<div>Perikehidupan (sirah) Nabi SAW juga merupakan benih-benih tasawuf, yaitu pribadi Nabi yang sederhana, zuhud, dan tidak pernah terpesona oleh kemewahan dunia. Dalam salah satu do’anya nabi bermohon: “Wahai Allah, hidupkanlah aku dalam kemiskinan dan matikanlah aku selaku orang miskin.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim). Pada suatu waktu Nabi SAW datang ke rumah istrinya, Aisyah binti Abu Bakar as-Shidiq, ternyata di rumahnya tidak ada makanan. Keadaan seperti ini diterimanya dengan sabar, lalu beliau menahan laparnya dengan berpuasa (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Nasai). Nabi juga sering mengganjal perutnya dengan batu sebagai penahan lapar.</div>
<div>Cara beribadah Nabi SAW juga merupakan cikal-bakal tasawuf. Nabi SAW adalah orang yang paling tekun beribadah. Dalam satu riwayat dari Aisyah RA disebutkan bahwa pada suatu malam Nabi SAW mengerjakan shalat malam; di dalam shalat lututnya bergetar karena panjang, banyak rakaat serta khusu’ dalam shalatnya. Tatkala ruku’ dan sujud terdengar suara tangisnya, namun beliau tetap terus melakukan shalat sampai suara azan Bilal bin Rabah terdengar di waktu subuh. Melihat Nabi SAW demikian tekun melakukan shalat, Aisyah bertanya: “Wahai junjungan, bukankah dosamu yang terdahulu dan akan datang telah diampuni Allah, kenapa engkau masih terlalu banyak melakukan shalat?” Nabi SAW menjawab: ‘Aku ingin menjadi hamba yang banyak bersyukur”. (HR. Bukhari dan Muslim).<br />
Akhlak Nabi SAW merupakan acuan akhlak yang tiada bandingannya. Akhlak Nabi bukan hanya dipuji oleh manusia termasuk musuh-musuhnya, tetapi juga oleh Allah SWT. Allah berfirman: “Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung”. (QS. 68:4). Dan ketika Aisyah ditanya tentang akhlak Nabi SAW, ia menjawab: “Akhlaknya adalah al-Qur’an”. (HR. Ahmad dan Muslim).</div>
<div>Ajaran rasul tentang bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari banyak diikuti oleh para sahabatnya, dilanjutkan oleh para tabi’in, tabiit tabi’in dan seluruh Muslim hingga saat ini . Mereka mengikuti firman Allah: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab: 21).</div>
<div>Demikian sekilas asal-usul tasawuf dalam Islam. Jelas asal-usul tasawuf Islam bersumber dari al-Qur’an dan Hadis. Namun demikian perlu juga kita perhatikan pendapat dari kalangan orientalis Barat. Mereka mengatakan bahwa sumber yang membentuk tasawuf itu ada lima, yaitu unsur Islam, unsur Masehi (agama Nasrani), unsur Yunani, unsur Hindu/Budha dan unsur Persia. Unsur dari Islam sudah dijelaskan pada penjelasan sebelumnya, selanjutnya unsur di luar Islam yang masuk ke dalam tasawuf menurut orientalis dapat dijelaskan berikut:</div>
<div>1. Unsur Masehi (agama Nasrani)</div>
<div>Orang Arab sangat menyukai cara kependataan, khususnya dalam hal latihan jiwa dan ibadah. Atas dasar ini Von Kromyer berpendapat bahwa tasawuf adalah buah dari unsur agama Nasrani yang terdapat pada zaman Jahiliyah.Hal ini diperkuat pula oleh Gold Ziher yang mengatakan bahwa sikap fakir dalam Islam adalah merupakan cabang dari agama Nasrani. Selanjutnya Noldicker mengatakan bahwa pakaian kasar yang kelak digunakan para sufi sebagai lambang kesederhanaan hidup adalah merupakan pakaian yang biasa dipakai oleh para pendeta. Sedangkan Nicholson mengatakan bahwa istilah-istilah tasawuf itu berasal dari agama Nasrani, dan bahkan ada yang berpendapat bahwa aliran tasawuf berasal dari agama Nasrani.<br />
Unsur lain yang dikatakan berasal dari Nasrani adalah sikap fakir. Menurut keyakinan Nasrani bahwa Isa bin Maryam adalah seorang yang fakir, dan Injil juga disampaikan kepada orang fakir. Isa berkata: “Beruntunglah kamu orang-orang miskin, karena bagi kamulah kerajaan Allah. Beruntunglah kamu orang yang lapar, karena kamu akan kenyang.” Selanjutnya adalah sikap tawakal kepada Allah dalam soal penghidupan terlihat pada peranan syekh yang menyerupai pendeta, bedanya pendeta dapat menghapus dosa; selibasi, yaitu menahan diri tidak kawin karena kawin dianggap dapat mengalihkan perhatian diri dari Khalik, dan penyaksian, dimana sufi dapat menyaksikan hakikat Allah dan mengadakan hubungan dengan Allah.</div>
<div>2. Unsur Yunani</div>
<div>Kebudayaan Yunani yaitu filsafatnya telah masuk pada dunia Islam di mana perkembangannya dimulai pada akhir Daulah Umayyah dan puncaknya pada Daulah Abbasiyah, metode berpikir filsafat Yunani ini juga telah ikut mempengaruhi pola fikir sebagian orang Islam yang ingin berhubungan dengan Tuhan. Pada persoalan ini, boleh jadi tasawuf yang terkena pengaruh Yunani adalah tasawuf yang kemudian diklasifikasikan sebagai tasawuf yang bercorak filsafat. Hal ini dapat dilihat dari pikiran al-Farabi, al-Kindi, Ibnu Sina, terutama dalam uraian tentang filsafat jiwa. Demikian juga pada uraian-uraian tasawuf dari Abu Yazid, al-Hallaj, Ibnu Arabi, Syukhrawardi, dan lain sebagainya.</div>
<div>Selain itu, ada yang mengatakan bahwa masuknya filsafat ke dunia Islam melalui mazhab paripatetic dan Neo-Platonisme. Mazhab yang pertama (paripatetic) kelihatannya lebih banyak masuk ke dalam bentuk skolastisisme ortodoks (kalam), sedangkan untuk Neo Platonisme lebih masuk kepada dunia tasawuf.</div>
<div>Filsafat emanasinya Plotinus yang mengatakan bahwa wujud ini memancar dari zat Tuhan Yang Maha Esa menjadi salah satu dasar argumentasi para orientalis dalam menyikapi asal mula tasawuf di dunia Islam. Dalam emanasinya, Plotinus menjelaskan bahwa roh berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. Akan tetapi ketika masuk ke alam materi, roh menjadi kotor, dan untuk kembali ke tempat asalnya, roh harus terlebih dahulu dibersihkan. Penyucian roh dilakukan dengan cara meninggalkan dunia dan mendekati Tuhan sebisa mungkin, atau bersatu dengan Tuhan. Dikatakan pula bahwa filsafat ini mempunyai pengaruh terhadap munculnya kaum zahid dan sufi dalam Islam.</div>
<div>3. Unsur Hindu/Budha</div>
<div>Tasawuf dan sistem kepercayaan agama Hindu memiliki persamaan, seperti sikap fakir. Darwis Al-Birawi mencatat adanya persamaan cara ibadah dan mujahadah pada tasawuf dan ajaran Hindu. Demikian juga pada paham reinkarnasi (perpindahan roh dari satu badan ke badan lain), cara pelepasan dari dunia versi Hindu-Budha dengan persatuan diri dengan jalan mengingat Allah.</div>
<div>Salah satu maqamat sufiah al-Fana nampaknya ada persamaan dengan ajaran Nirwana dalam agama Hindu. Gold Ziher mengatakan bahwa ada hubungan persamaan antara tokoh Sidharta Gautama dengan Ibrahim bin Adham tokoh sufi.</div>
<div>Menurut Qomar Kailan pendapat-pendapat ini terlalu ekstrim sekali karena kalau diterima bahwa ajaran tasawuf itu berasal dari Hindu/Budha berarti zaman Nabi Muhammad telah berkembang ajaran Hindu/Budha itu ke Mekkah, padahal sepanjang sejarah belum ada kesimpulan seperti itu.</div>
<div>4. Unsur Persia</div>
<div>Sebenarnya Arab dan Persia memiliki hubungan sejak lama, yaitu pada bidang politik, pemikiran, kemasyarakatan dan sastra. Namun, belum ditemukan argumentasi kuat yang menyatakan bahwa kehidupan rohani Persia telah masuk ke tanah Arab. Yang jelas kehidupan kerohanian Arab masuk ke Persia hingga orang-orang Persia itu terkenal sebagai ahli-ahli tasawuf. Barangkali ada persamaan antara istilah zuhud di Arab dengan zuhud menurut agama Manu dan Mazdaq; antara istilah Hakikat Muhammad dan paham Hormuz (Tuhan Kebaikan) dalam agama Zarathustra.</div>
<div>Dari semua uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa sebenarnya tasawuf itu bersumber dari ajaran Islam itu sendiri ialah al-Qur’an dan Sunah, mengingat yang dipraktekkan Nabi SAW dan para sahabat. Namun setelah tasawuf itu berkembang menjadi pemikiran, bisa saja ia mendapat pengaruh dari luar seperti filsafat Yunani dan sebagainya. Dan andaipun terdapat persamaan dengan ajaran beberapa agama, kemungkinan yang dapat terjadi adalah persamaan dengan agama-agama samawi (Nasrani dan Yahudi), mengingat semua agama samawi berasal dari tuhan yang sama Allah SWT yang dalam Islam diyakini sama mengajarkan tentang ketauhidan.</div>
<div><strong>E. MAQAMAT</strong></div>
<div>Secara harfiah maqamat berasal dari bahasa Arab yang berarti tempat orang berdiri atau pangkal mulia. Istilah ini selanjutnya digunakan untuk arti sebagai jalan panjang yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk berada dekat dengan Allah. Dalam bahasa Inggris maqamat dikenal dengan istilah stages yang berarti tangga. Harun Nasution menyebut dengan istilah stations.</div>
<div>Tentang berapa jumlah tangga, station atau maqamat yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk sampai menuju Tuhan, di kalangan sufi tidak sama pendapatnya. Muhammad al-Kalabazy dalam kitabnya al-Ta’aruf Mazhab ahl al-Tasawwuf, sebagai dikutip Harun Nasution misalnya mengatakan bahwa maqamat itu jumlahnya ada sepuluh, yaitu: al-taubah, al-zuhud, al-shabr, al-faqr, al-tawadlu’, al-taqwa, al-tawakkal, al-ridla, al-mahabbah dan al-ma’rifah. Abu Nasr al-Sarraj al-Tusi dalam kitab al-Luma’ menyebutkan jumlah maqamat hanya tujuh, yaitu: al-taubah, al-wara’, al-zuhud, al-faqr, al-tawakkal, al-mahabbah, al-ma’rifah, dan al-ridha. Sementara itu Imam al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulum al-Din mengatakan bahwa maqamat itu ada delapan, yaitu: al-taubah, al-shabr, al-zuhud, al-tawakkal, al-mahabbah, al-ma’rifah dan al-ridla.</div>
<div>Kutipan di atas memperlihatkan penyebutan maqamat yang berbeda-beda, namun ada maqamat yang oleh kalangan sufi disepakati, ialah: al-taubah, al-zuhud, al-wara’, al-faqr, al-shabr, al-tawakkal dan al-ridla. Sedangkan al-tawadhlu, al-mahabbah dan al-ma’rifah oleh mereka tidak disepakati sebagai maqamat, ketiga istilah terakhir oleh para sufi terkadang disebut sebagai maqamat, dan terkadang sebagai hal dan ittihad (tercapainya kesatuan wujud rohaniah dengan Tuhan).<br />
Berikut kami uraikan secara singkat tujuh maqamat yang disepakati:</div>
<div>1. al- Taubah</div>
<div>Banyak ayat al-Qur’an dan Hadis yang mendorong setiap hamba untuk selalu bertobat terhadap kesalahan. Diantaranya firman Allah:</div>
<div><span style="font-size:medium;"><span style="font-size:130%;">وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ</span><br />
</span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Ali Imron: 135)<br />
</em><br />
Nabi SAW bersabda:</div>
<div><span style="font-size:130%;"><span style="font-size:medium;">قال الله تعالى ياابن ادم إنك ما دعوتنى ورجوتنى غفرت لك على ما كان منك ولا أبالى ياابن ادم لو بلغت ذنوبك عنان السماء ثم استغفرتنى غفرت لك ياابن ادم إنك لو أتيتنى بقراب الأرض خطايا ثم لقيتنى لا تشرك بى شيئا لاتيتك بقرابها مغفرة. رواه الترمذى<br />
</span></span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Allah SWT berfirman: “Wahai Ibn Adam sesungguhnya sepanjang engkau memohon dan mengharap kepada-Ku, Aku ampuni engkau atas segala dosa yang ada dan aku tidak peduli (seberapapun), Wahai ibn Adam, andai saja dosamu sampai sepenuh langit kemudian engkau datang memohon ampun kepada-Ku, engkau akan aku ampuni, Wahai ibn Adam, sesungguhnya andai engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi kemudian bertemu dengan-Ku dengan tidak menyekutukan Aku pada suatu apapun, pasti Aku akan mendatangimu (pula) dengan ampunan sepenuh isi bumi.” (HR. Tarmidzi)<br />
</em><br />
Dalam ajaran tasawuf konsep taubat dikembangkan dan mendapat berbagai macam pengertian. Taubat dibedakan menjadi taubat dalam syariat biasa ialah taubatnya orang awam dan maqam taubat ialah taubat orang khawas. Dalam hal ini ulama sufi Dzu al-Nun al-Mishri mengatakan:</div>
<div><span style="font-size:medium;"><span style="font-size:130%;">توبة العوام من الذنوب وتوبة الخواص من الغفلة</span><br />
</span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Taubatnya orang-orang awam adalah (sekedar) taubat dari dosa-dosa, sedang taubat orang khawas ialah taubat dari ghaflah (lalai mengingat Tuhan).”<br />
</em><br />
Bagi golongan khawas atau sufi, yang dipandang dosa adalah tidak sekedar berbuat maksiat kepada Allah, bahkan yang terbesar adalah dosa ghaflah (terlena dari mengingat Tuhan). Dengan demikian taubat merupakan pangkal peralihan dari hidup lama (ghaflah) ke kehidupan baru secara sufi, yakni hidup selalu mengingat Tuhan sepanjang masa. Karena taubat menurut sufi terutama adalah taubat dari ghaflah, maka kesempurnaan taubat menurut ajaran tasawuf adalah apabila telah tercapai maqam التوبة من توبة (taubat dari taubat), maksudnya mentaubati terhadap kesadaran keberadaan diri dan kesadaran akan taubatnya itu sendiri. Dalam hal ini Hujwiri mengatakan:<br />
“Orang yang bertaubat adalah pencinta Tuhan. Pencinta Tuhan adalah selalu ingat pada Tuhan. Maka ingat pada Tuhan berarti salah bila masih ingat akan dosanya. Karena ingat akan dosa itu adalah tabir penyekat antara Tuhan dengan pengingat Tuhan. Kesadaran akan keberadaan dirinya itu termasuk dosa, bahkan dosa yang paling besar dari segala dosa-dosa. Melupakan dosa dengan demikian harus melupakan keberadaan dirinya.”</div>
<p>Keberadaan pada maqam التوبة من توبة dalam ilmu tasawuf adalah proses kepada hal (mystical sate), yakni telah merupakan anugerah Tuhan semata-mata, dan bukan lagi hasil upaya manusia. Dalam hal ini R.A. Nicholson mengatakan:<br />
“Acording to the hit mystical theory, repentance is purely an act of divine grace, coming from God to man, not from man to God.”<br />
Menurut teori mistik yang tinggi, taubat semata-mata anugerah Tuhan, datang dari Tuhan kepada manusia, bukan dari manusia kepada Tuhan.”</p>
<p>2. al-Wara</p>
<div>Secara harfiah al-Wara’ artinya saleh, menjauhkan diri dari perbuatan dosa. Kata ini selanjutnya mengandung arti menjauhi hal-hal yang tidak baik. Dan dalam pengertian sufi al-Wara’ adalah meninggalkan segala yang di dalamnya terdapat keragu-raguan antara halal dan haram (subhat).<br />
Ibrahim bin Adham, seorang ulama sufi mengatakan:</div>
<div><span style="font-size:130%;"><span style="font-size:medium;">الورع ترك كل شبهة وترك مالا يعنيك وهو ترك الفضلات</span></span></div>
<div><em>”Wara’ adalah meninggalkan setiap yang berbau subhat dan meninggalkan apa yang tidak perlu, yaitu meninggalkan berbagai macam kesenangan.”<br />
</em><br />
Dasar dari sikap al-Wara’ adalah sabda Nabi SAW.:</div>
<div><span style="font-size:130%;"><span style="font-size:medium;">فمن اتقى من الشبهات فقد استبرأ من الحرام .رواه البخارى<br />
<img class="gl_size" src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" border="0" alt="Ukuran huruf" /></span></span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Barangsiapa yang dirinya terbebas dari subhat, maka sesungguhnya ia telah terbebas dari yang haram.” (HR. Bukhari).<br />
</em><br />
Sahabat Nabi SAW. Abu Bakar as-Shiddiq pernah berkata:</div>
<div><span style="font-size:130%;"><span style="font-size:medium;">كنا ندع سبعين بابا من الحلال مخافة أن نقع فى باب من الحرام<br />
</span></span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Kami meningalkan tujuh puluh pintu menuju yang halal lantaran takut jatuh pada satu pintu menuju haram”.<br />
</em><br />
Ulama sufi membagi wara’ ke dalam beberapa tingkatan, seperti dikatakan oleh Yahya bin Ma’adz:</div>
<div><span style="font-size:medium;"><span style="font-size:130%;">الورع على وجهين ورع فى الظاهر وهو أن لا يتحرك إلا لله تعالى وورع فى الباطن وهو أن لا يدخل قلبك سواه تعالى</span><br />
</span></div>
<div><em>“Wara’ itu dua tingkat, wara’ segi lahir yaitu hendaklah kamu tidak bergerak kecuali untuk ibadah pada Allah; dan wara’ batin, yakni agar tidak masuk dalam hatimu kecuali Allah Ta’ala.”</em></div>
<p>3. al-Zuhud</p>
<div>Secara harfiah al-Zuhud berarti tidak ingin kepada sesuatu yang bersifat keduniawian. Sedangkan menurut Harun Nasution keadaan meninggalkan dunia dan hidup kematerian. Selanjutnya menurut al-Qusyairi, ulama berbeda pendapat dalam mengartikan zuhud. Sebagian ada yang mengatakan bahwa zuhud adalah orang yang zuhud dalam masalah yang haram, karena yang halal adalah sesuatu yang mubah dalam pandangan Allah, yaitu orang yang diberikan nikmat berupa harta yang halal, kemudian ia bersyukur dan meninggalkan dunia itu dengan kesadarannya sendiri. Sebagian ada pula yang mengatakan bahwa zuhud adalah zuhud dalam yang haram sebagai suatu kewajiban.</div>
<div>Dilihat dari maksudnya, zuhud terbagi menjadi tiga tingkatan, Pertama (terendah), ialah menjauhkan dunia agar terhindari dari hukuman akhirat. Kedua, menjauhi dunia dengan menimbang imbalan di akhirat. Dan Ketiga (tertinggi), mengucilkan dunia bukan karena takut atau karena berharap, tetapi karena cinta kepada Allah belaka. Orang yang berada pada tingkat tertinggi ini akan memandang segala sesuatu, kecuali Allah, tidak mempunyai arti apa-apa.<br />
Dasar dari sikap zuhud adalah firman Allah:</div>
<div><span style="font-size:medium;"><span style="font-size:130%;">قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا</span><br />
</span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Katakanlah: &#8220;Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.” (an-Nisa’: 77)<br />
</em><br />
<span style="font-size:130%;"><span style="font-size:medium;">وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ</span></span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Dan Tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka[468]. dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (al-An’am: 32)<br />
</em><br />
<span style="font-size:130%;"><span style="font-size:medium;">فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ<br />
</span></span></div>
<div><em>“ Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.” (at-Taubah: 38)<br />
</em><br />
<span style="font-size:130%;"><span style="font-size:medium;">وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى<br />
</span></span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (al-A’la: 17)<br />
</em><br />
Abdul Hakim Hasan dalam bukunya al-Thashawwuf fi al-Syi’ri al-‘Arabi mengatakan:<br />
“Adapun zuhud menurut bahasa Arab materinya tidak berkeinginan. Dikatakan, zuhud pada sesuatu apabila tidak tamak padanya. Adapun sasarannya adalah dunia. Dikatakan pada seseorang bila dia menarik diri untuk tekun beribadah dan menghindarkan diri dari keinginan menikmati kelezatan hidup adalah zuhud pada dunia. Nabi SAW. bersabda: ”Jika kamu sekalian melihat seseorang dianugerahi zuhud di dunia dan cerdas nalarnya, maka kau dekatilah dia, bahwasanya dia adalah orang bijaksana.” Dikatakan, zuhud adalah setengah dari firman Allah: “(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu; dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu” (al-Hadid: 23). Maka seorang zahid tidak bergembira dengan adanya dunia di tangannya. Abu ‘Usman berkata: “Zuhud itu kamu tinggalkan dunia, kemudian kamu tidak peduli siapa yang mengambilnya”. Kesemua makna-makna di atas berkisar pada menghindari kelezatan hidup duniawi dan kenikmatannya, dan ketiadaan kecenderungan kepadanya. Maka Zuhud itu salbi (negatif) sifatnya.”</div>
<p>4. Fakir</p>
<div>Secara harfiah fakir biasanya diartikan sebagai orang yang berhajat, butuh atau orang miskin. Sedangkan dalam pandangan sufi, fakir adalah tidak meminta lebih dari apa yang telah ada pada diri kita. Tidak meminta rezeki kecuali hanya untuk dapat menjalankan kewajiban-kewajiban. Tidak meminta sungguhpun tak ada pada diri kita, kalau diberi diterima. Tidak meminta tetapi tidak menolak.</div>
<div>Jika pada maqam wara’ seorang sufi berusaha meninggalkan subhat agar hidup hanya mencari yang jelas halal, kemudian dengan zuhud telah menjauhi keinginan terhadap yang halal-halal dan hanya yang amat penting bagi kelangsungan hidupnya, maka dalam maqam fakir seorang sufi mengosongkan seluruh hati dari ikatan dan keinginan terhadap apa saja selain Allah. Maqam fakir merupakan perwujudan upaya “tahthir al qalbi bi ‘l-kulliyati ‘an ma siwa ‘llah” (penyucian hati secara keseluruhan terhadap apa yang selain Allah). Inilah ajaran qath’u al-‘ala’iq قطع العلائق atau tajrid التجريد yakni ajaran untuk membelakangi atau membuang dunia. Yang dituju dengan konsep fakir atau tajrid sebenarnya hanyalah memutuskan persangkutan hati dengan dunia, sehingga hatinya hanya terisi pada kegandrungan pada keindahan penghayatan makrifat pada Zat Allah saja disepenjang keadaan. Yakni terciptanya suasana hati yang netral, tidak ingin dan tidak memikirkan ada atau tidaknya dunia.</div>
<div>Yang menjadi dasar maqam fakir ini, menurut Imam al-Ghazali, adalah kelakuan Nabi SAW sewaktu emas belum diharamkan bagi pria, Nabi pernah berkhotbah dan di tengah-tengah khotbahnya beliau berhenti serta menanggalkan dan melempar cincin emas dari tangan beliau. Sewaktu ditanyakan tentang kejadian itu beliau menjawab bahwa cincin itu mengganggu kekhususkan khotbahwanya.</div>
<div>5. Maqam Sabar</div>
<div>Secara harfiah, sabar berarti tabah hati. Menurut Zun al-Nun al-Mishry, sabar artinya menjauhkan diri dari hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah, tetapi tenang ketika mendapatkan cobaan, dan menampakkan sikap cukup walaupun sebenarnya berada dalam kefakiran dalam bidang ekonomi. Selanjutnya Ibn Atma mengatakan sabar artinya tetap tabah dalam menghadapi cobaan dengan sikap yang baik. Ibn Usman al-Hariri mengatakan, sabar adalah orang yang mampu memasung dirinya atas segala sesuatu yang kurang menyenangkan. Pendapat lain mengatakan sabar adalah menghilangkan rasa mendapatkan cobaan tanpa menunjukkan rasa kesal.<br />
Dasar maqam sabar, banyak terdapat dalam firman Allah dan hadis Nabi diantaranya:</div>
<div><span style="font-size:medium;"><span style="font-size:130%;">فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ</span><br />
</span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari Rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka.” (al-Ahqaf: 35)</em></div>
<p><span style="font-size:130%;"><span style="font-size:medium;">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ<br />
</span></span></p>
<div><em>“Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (al-Baqarah: 153) </em></div>
<p>Dalam tasawuf sabar dijadikan satu maqam sesudah fakir yang merupakan syarat untuk bisa berkonsentrasi dalam berzikir mengingat Allah. Dalam keadaan fakir, seseorang dalam hidupnya tentu akan dilanda berbagai macam penderitaan dan kepincangan. Oleh sebab itu ia harus segera melangkah ke maqam sabar. Jadi dengan maqam sabar, para sufi memang telah menyengaja dan menyiapkan diri bergelimang dengan seribu satu kesulitan dan derita dalam hidupnya dengan sikap sabar, tanpa ada keluhan sedikitpun. Itulah laku maqam sabar dalam tasawuf.</p>
<div>6. Maqam Tawakal</div>
<div>Dasar tawakal sebagai maqam dalam sufi, adalah firman Allah:</div>
<div><span style="font-size:medium;"><span style="font-size:130%;">قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ</span><br />
</span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Katakanlah: &#8220;Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung Kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.&#8221; (at-Taubah: 51)<br />
</em><br />
<span style="font-size:130%;"><span style="font-size:medium;">وَاتَّقُوا اللَّهَ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ<br />
</span></span></div>
<div><em>“Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal.” (al-Maidah: 11)<br />
</em><br />
Dalam syari’at Islam Ahlus Sunnah diajarkan bahwa tawakal dilakukan sesudah segala daya upaya dan iktiyar dijalankan. Jadi yang ditawakalkan atau digantungkan pada rahmat pertolongan Allah adalah hasil usaha setelah segala ikhtiyar dilakukan. Sedangkan dalam tasawuf maqam tawakal dijadikan sebagai wasilah atau tangga untuk memalingkan dan menyucikan hati manusia agar tidak terikat dan tidak ingin dan memikirkan keduniaan serta apa saja selain Allah, dan menyerahkan segala sesuatu termasuk jiwa raganya hanya kepada Allah SWT.</div>
<div>Dalam risalah Qusyairiyah disebutkan bawa Sahl bin Abdullah mengatakan: “Permulaan dari maqam tawakal itu adalah seorang hamba (manusia) di depan Allah Yang Maha Kuasa laksana mayat di depan orang yang memandikan, dibolak-balikkan sekehendaknya tanpa bergerak dan ikhtiyar.” Dalam risalah ini juga disebutkan bahwa Hamdun mengatakan: ”Tawakal itu berserah diri (mempercayakan diri) pada jaminan pemeliharaan Allah sepenuhnya.”<br />
Konsep tawakal yang dikembangkan oleh kalangan sufi condong kepada tawakal faham jabariah, ialah menggantungkan segalanya kepada Allah SWT. Hal ini karena penghayatan akhir yang dicitakan oleh seorang sufi adalah penghayatan yang diluar kemampuan dan ikhtiyar manusia, akan tetapi karena kehendak Allah semata seperti penghayatan fana’ dan mukasyafah, suatu pengalaman ruhaniah yang amat tergantung sepenuhnya pada kekuatan dari luar manusia.</div>
<div>7. Maqam Ridla</div>
<div>Setelah mencapai maqam tawakal, nasib hidup para sufi bulat-bulat diserahkan pada pemeliharaan dan rahmat Allah, meninggalkan dan membelakangi segala keinginan terhadap apa saja selain Allah, selanjutnya harus segera diikuti penataan hati untuk mencapai maqam ridla.</div>
<div>Maqam ridla adalah ajaran untuk menanggapi dan mengubah segala bentuk keadaan jiwa baik itu kebahagiaan, kesenangan, penderitaan, kesengsaraan dan kekusahan menjadi kegembiraan dan kenikmatan karena kebahagiaan menikmati segala pemberian Allah SWT. Yakni sebagaimana dikatakan oleh Imam al-Ghazali, rela menerima apa saja, segala yang telah dan sedang dialaminya itulah yang terbaik baginya, tak ada yang terlebih baik selain apa yang telah dan sedang dialaminya. Ibnu Khaff mengatakan tentang ridla: ”Kerelaan hati menerima ketentuan Tuhan, dan persetujuan hatinya terhadap yang diridhai Allah untuknya”. An-Nuri mengatakan: “Ridla itu kegirangan hati menanggapi kepedihan ketentuan Tuhan”. Robi’ah al-‘Adawiyah mengatakan: “Jika dia telah gembira menerima musibah seperti kegembiraannya menerima nikmat.”</div>
<div>Seorang sufi akan selalu bahagia bersama Tuhannya, karena bagi sufi segala keadaan hidup baik itu nikmat atau cobaan adalah dalam rangka beribadah semata mengharap ridha Allah SWT.<br />
Dasar ridla sebagai maqam dalam sufi adalah firman Allah:</div>
<div><span style="font-size:130%;"><span style="font-size:medium;">أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ<br />
</span></span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Yunus: 62)<br />
</em><br />
Juga dalam hadis Qudsi, Allah berfirman:</div>
<div><span style="font-size:medium;"><span style="font-size:130%;">إنني اناالله لا اله الا انا من لم يصبر على بلائى ولم يشكر لنعمائى ولم يرضى بقضائى فليخرج من تحت سمائى وليطلب ربا سواي</span><br />
</span></div>
<div><em></em></div>
<div><em></em></div>
<div><em>“Sesungguhnya Aku ini Allah, tiada Tuhan selain Aku. Barangsiapa yang tidak bersabar atas cobaan-Ku, tidak bersyukur atas segala nikmat-Ku serta tidak rela terhadap keputusan-Ku, maka hendaklah ia keluar dari kolong langit dan cari Tuhan selain Aku”.<br />
</em><br />
F. KESIMPULAN</div>
<div>1. Tasawuf itu bersumber dari ajaran Islam itu sendiri ialah al-Qur’an dan Sunah, mengingat yang dipraktekkan Nabi SAW dan para sahabat. Namun setelah tasawuf itu berkembang menjadi pemikiran, bisa saja ia mendapat pengaruh dari luar seperti filsafat Yunani dan sebagainya. Dan andaipun terdapat persamaan dengan ajaran beberapa agama, kemungkinan yang dapat terjadi adalah persamaan dengan agama-agama samawi (Nasrani dan Yahudi), mengingat semua agama samawi berasal dari tuhan yang sama Allah SWT yang dalam Islam diyakini sama mengajarkan tentang ketauhidan.<br />
2. Para sufi mengenalkan jalan untuk mengenal Allah yang disebut Maqamat, ialah jalan panjang yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk berada dekat dengan Allah. Maqamat dalam sufi tersebut adalah: al-Taubah, al-Wara’, al-Zuhud, Fakir, Sabar, Tawakal, dan al-Ridla.</div>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>Abudin Nata, Dr. MA. Akhlak Tasawuf. Jakarta: RadjaGrafindo Persada, 2002<br />
al-Ghazali. Ihya’ Ulumu al-Din. Jilid III. Beirut: Dar al-Fikr, t.t.<br />
Asmaran As, Drs. MA. Pengantar Studi Tasawuf. Jakarta: RadjaGrafindo Persada, 1996<br />
http://media.isnet.org/islam/Paramadina/Konteks/TasawufHN1.html<br />
Permadi, K.Drs. S.H. Pengantar Ilmu Tasawuf. Jakarta: Rineka Cipta, 2004<br />
Rosihon Anwar, Drs. M.Ag. Drs. Mukhtar Solihin, M.Ag. Ilmu Tasawuf. Bandung: Pustaka Setia, 2000.<br />
Simuh. Tasawuf dan Perkembangannya Dalam Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1996</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ansoriok.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ansoriok.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ansoriok.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ansoriok.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ansoriok.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ansoriok.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ansoriok.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ansoriok.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ansoriok.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ansoriok.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ansoriok.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ansoriok.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ansoriok.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ansoriok.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=51&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ansoriok.wordpress.com/2009/01/30/mengenal-tasawuf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iansori</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.blogger.com/img/blank.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Ukuran huruf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENSYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN</title>
		<link>http://ansoriok.wordpress.com/2008/08/27/mensyukuri-nikmat-kemerdekaan-2/</link>
		<comments>http://ansoriok.wordpress.com/2008/08/27/mensyukuri-nikmat-kemerdekaan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 05:03:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-Tulisan Saya]]></category>
		<category><![CDATA[17 Agustus 1945]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamasi]]></category>
		<category><![CDATA[Syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ansoriok.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[MENSYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN Oleh: Isa Ansori Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah menganugerahkan beragam nikmat tak terhingga kepada bangsa Indonesia hingga saat ini, terutama nikmat kemerdekaan sejak 63 tahun yang lalu. Kemerdekaan diperoleh dari perjuangan panjang &#8230; <a href="http://ansoriok.wordpress.com/2008/08/27/mensyukuri-nikmat-kemerdekaan-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=48&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;">MENSYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;">Oleh: Isa Ansori</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah menganugerahkan beragam nikmat tak terhingga kepada bangsa Indonesia hingga saat ini, terutama nikmat kemerdekaan sejak 63 tahun yang lalu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Kemerdekaan diperoleh dari perjuangan panjang para pahlawan yang mengorbankan segala yang mereka miliki harta, benda, bahkan nyawa untuk satu tujuan kesejahteraan hidup bagi seluruh warga bangsa dan seterusnya seperti tertuang dalam pembukaan UUD 45.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Satu fakta yang tidak dapat dibantah, bahwa mayoritas para pahlawan dan tokoh<span> </span>pejuang kemerdekaan adalah hamba-hamba Allah yang berjuang ikhlas dalam rangka mengabdi dan beribadah kepadaNya. Mereka berperang karena mereka telah didholimi dan diserang lebih dahulu, mereka mengusir penjajah karena mereka diusir dan diberlakukan sebagai budak di tanah sendiri. Perlawanan mereka terarah sebagaimana yang diajarkan Allah dan tidak melampui batas, karena pada dasarnya mereka mencintai perdamaian. Mereka menunaikan firman Allah:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ</span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr"> .</span><span style="font-size:14pt;"> <span lang="AR-SA">وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ كَذَلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ</span></span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr">.</span><span style="font-size:14pt;"> </span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr"><span> </span></span><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ</span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr"><span> </span>.</span><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ</span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span><em>Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim .( Al Baqarah: 190-193)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Mereka rela melepaskan kehidupan dan kesenangan dunia dengan berjuang melawan penjajah kafir, mencari syahid di jalan Allah daripada hidup di bawah kaki mereka, dan penuh harap bahwa Allah akan membalas usaha perjuangan mereka dengan keridhaanNya, sebagaimana janji Allah:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا</span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span> </span>Karena itu hendaklah orang-orang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar. An-Nisa: 74</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Mereka telah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ini sebagaimana firman Allah:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ</span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span> </span>Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Ali Imron: 169</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Selanjutnya, sebagai generasi yang saat ini menikmati hasil perjuangan mereka, tanyakan pada diri kita sendiri, apa yang sudah kita perbuat untuk mengisi kemerdekaan hasil perjuangan para pahlawan? Masing-masing kita akan menemukan jawabannya sendiri-sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Allah telah mengajarkan bagaimana seharusnya kita menyikapi anugerah nikmat dariNya yang tiada hingga, termasuk kemerdekaan bangsa Indonesia yang saat ini kita peringati, ialah dengan bersykur kepadaNya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ</span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" dir="ltr" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span> </span>Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: &#8220;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih&#8221;. Ibrahim: 7</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Untuk dapat mensyukuri nikmat besar, mulailah dari mensyukuri nikmat yang kita pandang kecil, meski pada dasarnya semua nikmat Allah adalah besar. Bersyukur dan berterimakasihlah kepada para pahlawan dengan meneruskan perjuangan mereka mewujudkan warga bangsa sejahtera adil dan makmur, ini juga berarti kita bersyukur kepada Allah. Bersatulah untuk mewujudkan cita-cita bersama dan jangan bercerai-berai, sebab hanya dengan persatuan insyaAllah, keinginan bersama akan dapat diwujudkan. Ini sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى هَذِهِ الْأَعْوَادِ أَوْ عَلَى هَذَا الْمِنْبَرِ مَنْ لَمْ يَشْكُرْ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرْ الْكَثِيرَ وَمَنْ لَمْ يَشْكُرْ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرْ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَالتَّحَدُّثُ بِنِعْمَةِ اللَّهِ شُكْرٌ وَتَرْكُهَا كُفْرٌ وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ.<span> </span>رواه احمد</span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span> </span>Dari Nu’man bin Basyar berkata, Rasulullah SAW bersabda di atas mimbar: “Barangsiapa tidak dapat mensyukuri nikmat yang kecil, ia tidak akan dapat mensyukuri nikmat yang besar. Dan barangsiapa tidak bisa bersyukur (berterimakasih) kepada manusia, ia tidak bisa bersyukur kepada Allah Azza Wajalla. Menyebut-nyebut nikmat Allah adalah dengan bersyukur, dan meninggalkan menyebut nikmatNya dengan bersyukur adalah kufur. Berjamaah (bersatu) adalah rahmat, bercerai adalah adzab. HR: Ahmad</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Allah SWT. juga menegaskan:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ ءَايَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span> </span>Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Ali Imron: 103</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Selanjutnya marilah mengisi kemerdekaan dengan taqwa kepada Allah SWT. ialah dengan melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Sebab hanya dengan cara inilah seluruh nikmat Allah kepada bangsa kita, diantaranya negeri merdeka yang subur makmur akan tetap terjaga. Janganlah nikmat kemerdekaan memerdekakan pula nafsu kita untuk berbuat angkara murka dan bermaksiat kepadaNya. Karena hal itu akan menyebabkan murka Allah kepada bangsa kita dan tercabut nikmat-nikmatNya. Allah berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ</span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" dir="ltr" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span> </span>Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Al’araf: 96</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Berjuang keras membuat perubahan ke arah kehidupan yang lebih baik dan pantang berputus asa, karena Allah berfirman:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ</span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" dir="ltr" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span> </span>Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Ar Rad: 11</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">وَلَا تَيْئَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ</span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span> </span></em><em><span lang="FR">“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir&#8221;. Yusuf : 87</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="FR"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="FR"><span> </span></span></em><span lang="FR">Mulailah dari diri sendiri saat ini melakukan perbuatan terbaik untuk hasil terbaik dan jangan pernah ditunda lagi. Berkerja dengan keras dan tidak menyerah dengan kesulitan-kesulitan yang ada, karena dibalik suatu kesulitan ada jalan keluarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا</span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr" lang="IN"><span> </span>.</span><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا</span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr" lang="IN"> . </span><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ</span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr" lang="IN"> . </span><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ</span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" dir="ltr" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN"><span> </span>Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. Alam Nasyrah: 5-8.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Tentang bagaimana memanfaatkan waktu dengan baik dalam rangka mengisi kemerdekaan ini, jangan lupa baca tulisan lain kami tentang Hisablah Diri Anda Sebelum Diri Anda Dihisab.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ansoriok.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ansoriok.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ansoriok.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ansoriok.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ansoriok.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ansoriok.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ansoriok.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ansoriok.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ansoriok.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ansoriok.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ansoriok.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ansoriok.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ansoriok.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ansoriok.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ansoriok.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ansoriok.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=48&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ansoriok.wordpress.com/2008/08/27/mensyukuri-nikmat-kemerdekaan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iansori</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IKHLAS ADALAH KUNCI SHALAT YANG BERMUTU</title>
		<link>http://ansoriok.wordpress.com/2008/08/13/ikhlas-adalah-kunci-shalat-yang-bermutu/</link>
		<comments>http://ansoriok.wordpress.com/2008/08/13/ikhlas-adalah-kunci-shalat-yang-bermutu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 10:27:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-Tulisan Saya]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Isro' wal Mi'roj]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Nahi munkar]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ansoriok.wordpress.com/2008/08/13/ikhlas-adalah-kunci-shalat-yang-bermutu/</guid>
		<description><![CDATA[IKHLAS ADALAH KUNCI SHALAT YANG BERMUTU (Sebuat Catatan Penting Dalam Memperingati Isro’ Wal Mi’roj Nabi Muhammad SAW.) Oleh: Isa Ansori Dalam rangka memperingati Isro’ wal Mi’roj Nabi Muhammad SAW., sejenak marilah kita kaji ibadah shalat yang selama ini telah kita &#8230; <a href="http://ansoriok.wordpress.com/2008/08/13/ikhlas-adalah-kunci-shalat-yang-bermutu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=42&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>IKHLAS ADALAH KUNCI SHALAT YANG BERMUTU<br />
(Sebuat Catatan Penting Dalam Memperingati Isro’ Wal Mi’roj Nabi Muhammad SAW.)</p>
<p>Oleh: Isa Ansori</p>
<p>Dalam rangka memperingati Isro’ wal Mi’roj Nabi Muhammad SAW., sejenak marilah kita kaji ibadah shalat yang selama ini telah kita kerjakan, karena shalat adalah oleh-oleh terpenting yang di dapat Rasulullah Muhammad SAW. dalam perjalanan Isro’ wal Mi’roj, sehingga diketahui sudahkah tercapai apa yang dikehendaki Allah dari shalat dalam kehidupan kita sehari-hari?.</p>
<p>Tentang shalat sebagai oleh-oleh Rasul dalam Isra’ wal Mi’rojnya, tertuang dalam hadis beliau yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:</p>
<p>قالَ ابْنُ حَزْمٍ وَأَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى أُمَّتِي خَمْسِينَ صَلَاةً فَرَجَعْتُ بِذَلِكَ حَتَّى مَرَرْتُ عَلَى مُوسَى فَقَالَ مَا فَرَضَ اللَّهُ لَكَ عَلَى أُمَّتِكَ قُلْتُ فَرَضَ خَمْسِينَ صَلَاةً قَالَ فَارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ فَرَاجَعْتُ فَوَضَعَ شَطْرَهَا فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى قُلْتُ وَضَعَ شَطْرَهَا فَقَالَ رَاجِعْ رَبَّكَ فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ فَرَاجَعْتُ فَوَضَعَ شَطْرَهَا فَرَجَعْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ فَرَاجَعْتُهُ فَقَالَ هِيَ خَمْسٌ وَهِيَ خَمْسُونَ لَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَقَالَ رَاجِعْ رَبَّكَ فَقُلْتُ اسْتَحْيَيْتُ مِنْ رَبِّي ثُمَّ انْطَلَقَ بِي حَتَّى انْتَهَى بِي إِلَى سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى وَغَشِيَهَا أَلْوَانٌ لَا أَدْرِي مَا هِيَ ثُمَّ أُدْخِلْتُ الْجَنَّةَ فَإِذَا فِيهَا حَبَايِلُ اللُّؤْلُؤِ وَإِذَا تُرَابُهَا الْمِسْكُ</p>
<p>&#8220;Berkata Ibn Hazm dan Anas bin Malik: Nabi SAW. bersabda: “Allah Azza wa Jalla telah memfardhukan umatku 50 shalat, lalu aku pulang dengan membawa kewajiban itu, sehingga ketika aku bertemu Musa AS. Beliau menanyaiku: “Allah telah mewajibkan apa kepada umatmu?” Aku menjawab Allah telah mewajibkan 50 shalat”. Musa berkata: “Kembalilah pada Tuhanmu, karena umatmu tidak akan mampu melaksanakan itu!”. Lalu aku kembali kepada Tuhanku dan Tuhanku memberikan pengurangan separonya, lalu aku kembali menemui Musa. Musa berkata lagi: “Kembali lagi kepada Tuhanmu, karena umatmu tidak akan mampu melaksanakan kewajiban itu!”. Lalu aku kembali lagi menemui Tuhanku, lalu Tuhanku berfirman: “baiklah kewajibannya 5 shalat saja dan itu setara dengan yang 50, jangan lagi diganti ucapanku!”. Lalu aku kembali menemui Musa. Dan Musa berkata: “Kembali lagi kepada Tuhanmu!”. Lalu aku menjawab: “Aku malu kepada Tuhanku”. Kemudian Jibril pergi bersamaku sehingga sampai di Sidratul Muntaha yang dilingkupi oleh beragam warna aku tak mengetahui apa itu, kemudian aku dimasukkan ke dalam surga, lalu aku dapati di dalamnya intan permata dengan debu dari minyak kesturi”. (HR. Bukhari)</p>
<p>Sungguh kekhawatiran nabi Musa bahwa umat nabi Muhammad akan merasa berat untuk melaksanakan ibadah shalat bukan tanpa alasan, Allah SWT. sendiri telah mengingatkan bahwa shalat adalah sesuatu yang berat untuk dilaksanakan. Hanya orang-orang yang ikhlas dalam mengabdi kepadaNya sajalah yang mampu melakukannya, sebagaimana firmanNya:</p>
<p>وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ</p>
<p>“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu` (Al-Baqarah: 45).</p>
<p>Cobalah perhatikan, bukankah banyak diantara kita yang mengaku Muslim tapi tidak mendirikan shalat?. Apabila kita ajak mereka untuk menunaikan shalat, mereka enggan melaksanakannya, bahkan malah mengejek ajakan itu, seperti Allah sebutkan dalam firmannya:</p>
<p>وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ</p>
<p>“Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal”. (al-Maidah: 58)</p>
<p>فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا</p>
<p>“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan”. (Maryam: 59)</p>
<p>Dan bagi kita yang merasa telah shalat, sekali lagi perhatikan, sudah benarkah shalat yang selama ini kita laksanakan?. Lihatlah, hawa nafsu angkara murka banyak menyebabkan kita tidak ikhlas dalam menyembah Allah Azza wa Jalla. Marilah kita berlindung kepada Allah dari perbuatan orang munafik seperti yang disebutkan Allah dalam firman ini:</p>
<p>إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا</p>
<p>“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”. (An-Nisa: 142)</p>
<p>Padahal shalat adalah salah satu sendi agama Islam. Nilai-nilai ajaran Islam tak akan berdiri kokoh pada pribadi-pribadi yang meninggalkan salah satu dari sendi-sendi penopangnya. Ini akan berakibat pada mudahnya melanggar nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Rasul SAW. bersabda:</p>
<p>قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ. رواه البخاري</p>
<p>“Rasulullah SAW. bersabda: “Islam dibangun di atas lima asas: Syahadat bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali Allah dan sesunggunya Muhammad adalah utusan Allah; Mendirikan shalat; Menunaikan zakat; Haji; dan puasa bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari)</p>
<p>Shalat adalah pembada antara orang yang berhak mendapat sebutan Muslim dengan orang yang disebut kafir, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.:</p>
<p>قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ. رواه الترمذي</p>
<p>“Rasulullah SAW. bersabda: “Janji (yang membedakan) antara kita dan mereka (kafir) adalah shalat. Maka barangsiapa yang meninggalkan shalat, maka sungguh ia telah kafir. (HR. At-Turmudzi)</p>
<p>Mari kita kembali kepada satu kata kunci “Ikhlas”, untuk menghasilkan ibadah shalat yang terbaik. Allah SWT. telah mengingatkan agar kita senantiasa ikhlas dalam beribadah mengabdi kepadaNya, ialah dengan semata mengharapkan ‘keridhaan-Nya’.</p>
<p>وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ</p>
<p>“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (al-Bayyinah:5)</p>
<p>Rabithah al Adawiyah telah menunjukkan kepada kita bagaimana seharusnya seorang Muslim ikhlas dalam mengabdi kepadaNya, seperti dalam inti ucapanya: “Ya Allah, andaikan aku dalam beribadah mengabdi kepadaMu, karena harapanku untuk mendapatkan sorgamu, jauhkanlah sorga itu dariku. Ya Allah, andaikan aku dalam beribadah mengabdi kepadaMu, karena takutku pada nerakaMu, masukkan saja aku ke dalamnya. Aku beribadah adalah ikhlas mengharapkan ridhaMu, maka pertemukanlah aku denganMu”.</p>
<p>Shalat yang dilaksanakan dengan ikhlas dan benar akan menimbulkan dampak ketaqwaan kepada Allah yang luar biasa, dengan semakin giat untuk melaksanakan segala apa yang Allah perintahkan dan menjauhi segala apa yang Allah larang yaitu perbuatan munkar, semuanya ikhlas lillahita’ala. Allah berfirman:</p>
<p>اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ</p>
<p>“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur&#8217;an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (al-Ankabut: 45)</p>
<p>Sehinga, betapapun tersibukkannya seseorang dengan kehidupan dunia, shalat takkan pernah terlalaikan:</p>
<p>رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ</p>
<p>“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang”. (an-Nur:18)</p>
<p>Dan pekerjaan-pekerjaan dunia itu akan ia lanjutkan kembali setelah shalat usai dilaksanakan:</p>
<p>فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ</p>
<p>“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (al-Jumuah: 10)</p>
<p>Selanjutnya, dalam melaksanakan segala aktivitas kehidupan dunia, sekejappun Allah tak terlupakan, hati tertambat kepadaNya, dipenuhi dengan dzikir dan mengingatNya, sehingga tak ada kesempatan untuk mendurhakaiNya dengan berbuat curang dalam segala aktivitas kehidupan. Allah berfirman:</p>
<p>فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا</p>
<p>“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. (an-Nisa’:103)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ansoriok.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ansoriok.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ansoriok.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ansoriok.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ansoriok.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ansoriok.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ansoriok.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ansoriok.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ansoriok.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ansoriok.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ansoriok.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ansoriok.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ansoriok.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ansoriok.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ansoriok.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ansoriok.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=42&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ansoriok.wordpress.com/2008/08/13/ikhlas-adalah-kunci-shalat-yang-bermutu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iansori</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENCINTAI WANITA, HARTA DAN ANAK DALAM PANDANGAN ISLAM</title>
		<link>http://ansoriok.wordpress.com/2008/07/23/mencintai-wanita-harta-dan-anak-dalam-pandangan-islam/</link>
		<comments>http://ansoriok.wordpress.com/2008/07/23/mencintai-wanita-harta-dan-anak-dalam-pandangan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 02:41:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-Tulisan Saya]]></category>
		<category><![CDATA[Mencintai Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Mencintai Harta]]></category>
		<category><![CDATA[Mencintai Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ansoriok.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[  MENCINTAI WANITA, HARTA DAN ANAK DALAM PANDANGAN ISLAM (Refleksi Sikap Orang Tua Terhadap Pendidikan Anaknya) Oleh : Isa Ansori Allah menghiasi manusia dengan perasaan cinta kepada wanita, anak-anak dan harta benda. Dan kesemuanya itu diserahkan kepada manusia ke arah &#8230; <a href="http://ansoriok.wordpress.com/2008/07/23/mencintai-wanita-harta-dan-anak-dalam-pandangan-islam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=38&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="post-body entry-content">
<p> </p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:130%;"><span style="color:green;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#33cc00;">MENCINTAI WANITA, HARTA DAN ANAK DALAM PANDANGAN ISLAM</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:130%;"><span style="color:#993366;"><span style="font-size:large;">(Refleksi Sikap Orang Tua Terhadap Pendidikan Anaknya)</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span style="font-size:130%;"><span style="font-size:large;">Oleh : Isa Ansori</span></span></span></p>
<p>Allah menghiasi manusia dengan perasaan cinta kepada wanita, anak-anak dan harta benda. Dan kesemuanya itu diserahkan kepada manusia ke arah mana perasaan cintanya akan dibawa. Satu pesan penting dari ayat berikut adalah: Hendaklah perasaan cintamu itu engkau arahkan untuk berbakti dan mengabdi kepada-Nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:large;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA">زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۗ</span><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> ذَ‌ٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۖ</span><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.</em> (Ali Imron: 14)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;">Wanita, harta benda dan anak-anak adalah fitnah, yaitu sebagai sarana ujian dan cobaan yang Allah berikan kepada kita, untuk melihat bagaimana kita menyikapinya. Apakah cinta kita kepada meraka hanya berhenti sebatas mereka saja, atau mereka hanyalah sebagai sarana untuk merebut cinta sejati kita yaitu Allah SWT. Firman Allah:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:large;">وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Dan Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”.</em> (Al-Anfal: 28)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;">Satu contoh penting tentang gambaran perasaan cinta orang tua kepada anak-anaknya dapat kita lihat pada suasana tahun pelajaran baru sekolah seperti saat sekarang ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;">Saat tahun perlajaran baru tiba, bagi orang tua yang masih memiliki tanggungan untuk menyekolahkan anak, adalah salah satu saat yang cukup menegangkan. Betapa tidak, setiap anak akan menyebutkan besaran biaya yang harus dibayar oleh orang tuanya demi keberlangsungan pendidikannya. Dan setiap orang tua akan berusaha dengan segala upaya untuk memenuhi seluruh kebutuhan pendidikan buah hati kesayangannya. Ini didorong oleh suatu kesadaran dan keyakinan bahwa iman dan ilmu pengetahuanlah yang akan mengangkat derajat kehidupan manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:large;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA">يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۚ</span><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.</em> (Al-Mujadilah: 11)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;">Setiap usaha dan jerih payah orang tua termasuk menyekolahkan anak-anaknya pada sekolah terbaik dan kalau dapat mencapai jenjang pendidikan yang tertinggi, hanyalah untuk satu tujuan ialah kebahagian dan kesejahteraan diri, keluarga dan terutama anak keturunannya. Susah dan sulit jalan yang dilalui untuk mewujudkan impiannya itu, dipenuhi denga beragam cobaan, halangan dan rintangan yang senantiasa menghadang, menguji kesabaran, kesungguhan dan kebesaran jiwa.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;">Inilah tantangan hidup setiap orang tua, sebagaimana tersurat dalam firman Allah berikut:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:large;">وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”.</em> (An-Nisa: 9)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;">Betapapun sulit jalan kehidupan yang ditempuh oleh orang tua untuk mewujudkan segala impian kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga dan anak-anaknya, pesan Allah berikut hendaknya jangan dilupakan:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:large;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۚ</span><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> وَمَنْ يَفْعَلْ ذَ‌ٰلِكَ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi”.</em> (Al-Munafiqun: 9)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;">Sebab, melalaikan Allah karena tersibukkan dengan perasaan cinta kepada harta dan anak-anak pada hakekatnya tidaklah merupakan usaha memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan hidup kepada mereka, tapi justru menjerumuskan mereka ke jurang kesengsaraan dan kenistaan abadi di akhirat yaitu kepedihan siksa api neraka. Inilah perbuatan yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang mengkufuri nikmat Allah sebagaimana dalam firman-Nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:large;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA">إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا</span><span style="font-size:130%;" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۖ</span><span style="font-size:130%;" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA">وَأُولَـٰئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka”.</em> (Ali Imron: 10)<span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;">Tetapi sebaliknya, usaha keras kita dalam mengumpulkan harta benda adalah untuk kebahagiaan dan kesejahteraan abadi keluarga dan anak-anak kita. Seluruh rangakaian usaha adalah dalam rangka pengabdian kita kepada Allah SWT. Karenanya dalam berusaha, ketentuan halal dan thayib kita penuhi, dan setelah harta diperoleh, ditasarufkan harta itu di jalan yang diridhai-Nya, dengan mengeluarkan ibadah wajib dan sunnahnya seperti zakat, infak, shadaqah dan yang selainnya. Akan terpenuhilah perintah Allah dalam firman-Nya berikut:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:large;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.</em> (At-Tahrim: 6)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;">Dengan demikian harta benda yang kita usahakan dalam rangka kesejahteraan dan kebahagiaan hidup keluarga (yang di dalamnya ada anak-anak) akan menjadi perhiasan berharga di dunia dan di akhirat. Firman Allah:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:large;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA">الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۖ</span></span><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:130%;"><span style="font-size:large;"> وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلً</span></span>ا</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”.</em> (Al-Kahfi: 46)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:large;">وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Dan orang orang yang berkata: &#8220;Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.</em> (Al-Furqan: 74)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;">Nabi Ibrahim memberikan suri tauladan bagaimana hubungan cinta kasih orang tua terhadap anak dibangun dan dikemas dalam rangka mewujudkan cinta mereka kepada Allah SWT:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:large;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA">رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۖ</span><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.</em> (Al-Baqarah: 128)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;">Keberhasilan Nabi Ibrahim dalam mendidik anak dan cucunya menjadi orang yang beriman dan taat kepada Allah, adalah sumber inspirasi bagi orang tua Muslim tentang bagaimana seharusnya mereka mendidik dan mengajar anak-anaknya untuk selalu tunduk dan patuh kepada Penciptanya. Orang tua adalah salah satu faktor penentu bagaimana anak-anak akan mereka wujudkan, sebagaimana sabda Rasul SAW.:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:large;">قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما من مولد يولد على الفطرة فأبواه يهودانه وينصرانه ويمجسانه. (رواه البخارى و مسلم و ابو داود و الترمذي واحمد ومالك)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Bersabda Rasulullah SAW.: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), maka (terserah) kedua orang tuanya akan menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.</em> (HR. Bukhori, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ahmad dan Malik)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;">Satu lagi keuntungan bagi orang tua yang berhasil mendidik anak-anaknya menjadi anak yang sholeh, adalah sebagai sarana investasi amal yang pahalanya akan terus mengalir untuknya sampai hari kiamat, meskipun ia telah meninggal dunia. Sabda Rasulullah SAW.:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:large;">قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا ماتى الانسان انقطع عنه عمله الا من ثلاثة إلا من صدقة جارية او علم ينتفع به او ولد صالح يدع له (رواه مسلم, الترمذى, النسائى, ابو داود, احمد و الدرمى)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Bersabda Rasulullah SAW.: “Apabila manusia telah meninggal dunia maka putuslah amal-amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang selalu mendo’akannya”.</em> (HR. Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad, dan Ad-Daromi)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;">Lukman memberikan contoh kepada kita bagaimana mendidik anak dengan benar, seperti dalam firman Allah di surah Lukman:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:large;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA">وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۚ</span><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۖ</span></span><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:130%;"><span style="font-size:large;"> وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِي</span></span>د</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: &#8220;Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji&#8221;.</em> (Lukman: 12)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:large;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA">وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۖ</span><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: &#8220;Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar&#8221;.</em> (Lukman: 13)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:large;">وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”. </em>(Lukman: 14)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:large;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA">وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۖ</span><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۖ</span><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۚ</span><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.</em> (Lukman: 15)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:large;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA">يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۚ</span><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“(Luqman berkata): &#8220;Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui”. </em>(Lukman: 16)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:large;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA">يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۖ</span><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> إِنَّ ذَ‌ٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”.</em> (Lukman: 17)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:large;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA">وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۖ</span><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”.</em> (Lukman: 18)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:large;"><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA">وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ </span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA">ۚ</span><span style="font-size:130%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”.</em> (Lukman: 19)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA">َ<span style="font-size:130%;"><span style="font-size:large;">ألَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً </span></span></span><span style="font-size:130%;font-family:Tahoma;" dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:large;">ۗ</span></span><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:130%;"><span style="font-size:large;"> وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُنِي</span></span>رٍ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><em>“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu ni&#8217;mat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan”. </em>(Lukman: 20)</p>
<p> </p></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ansoriok.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ansoriok.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ansoriok.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ansoriok.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ansoriok.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ansoriok.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ansoriok.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ansoriok.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ansoriok.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ansoriok.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ansoriok.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ansoriok.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ansoriok.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ansoriok.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ansoriok.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ansoriok.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=38&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ansoriok.wordpress.com/2008/07/23/mencintai-wanita-harta-dan-anak-dalam-pandangan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iansori</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KONSEP DASAR DA’WAH ISLAMIYAH</title>
		<link>http://ansoriok.wordpress.com/2008/06/04/konsep-dasar-da%e2%80%99wah-islamiyah/</link>
		<comments>http://ansoriok.wordpress.com/2008/06/04/konsep-dasar-da%e2%80%99wah-islamiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 07:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-Tulisan Saya]]></category>
		<category><![CDATA[Amar ma'ruf]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah Islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Front Pembela Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nahi munkar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ansoriok.wordpress.com/2008/06/04/konsep-dasar-da%e2%80%99wah-islamiyah/</guid>
		<description><![CDATA[KONSEP DASAR DA’WAH ISLAMIYAH (Menyikapi Aksi-Aksi Front Pembela Islam Dalam Berda’wah) Oleh : Isa Ansori A. Pendahuluan Pada tanggal 1 Juni 2008 yang lalu, lasykar bentukan Front Pembela Islam terlibat bentrok fisik dengan sekelompok pendemo dari Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan &#8230; <a href="http://ansoriok.wordpress.com/2008/06/04/konsep-dasar-da%e2%80%99wah-islamiyah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=30&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:130%;">KONSEP DASAR DA’WAH ISLAMIYAH<br />
(Menyikapi Aksi-Aksi Front Pembela Islam Dalam Berda’wah)<br />
</span></strong><br />
<span style="font-size:130%;">Oleh : Isa Ansori</span></p>
<p><span style="font-size:130%;">A. Pendahuluan</span></p>
<p>Pada tanggal 1 Juni 2008 yang lalu, lasykar bentukan Front Pembela Islam terlibat bentrok fisik dengan sekelompok pendemo dari Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan yang menyuarakan pandangan berbeda dengan FPI terkait menyikapi aliran Ahmadiyah. Dalam bentrok itu beberapa pendemo dari Aliansi Kebangsaan mengalami luka fisik yang sebagian diantaranya cukup serius sehingga mengakibatkan gegar otak.</p>
<p>Dapatkah atas nama da’wah Islam tindakan FPI tersebut dibenarkan?</p>
<p><span style="font-size:130%;">B. Dasar Perintah Da’wah Islamiyah<br />
</span><br />
Da’wah Islamiyah adalah perintah langsung dari Allah SWT kepada setiap Muslim seperti termaktub dalam beberapa ayat berikut:</p>
<p><span style="font-size:130%;">وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ</span></p>
<p>&#8220;Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung&#8221;. (Ali Imron: 104)</p>
<p><span style="font-size:130%;">كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ</span></p>
<p>&#8220;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik&#8221;. (Ali Imron: 110)</p>
<p><span style="font-size:130%;">وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ</span></p>
<p>&#8220;Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma&#8217;ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta&#8217;at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana&#8221;. (At Taubah: 71)</p>
<p>Hadis Rasulullah SAW:</p>
<p><span style="font-size:130%;">عن أبي سعيد الخدرى رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله ص م يقول: من راى منكم منكرا فليغيربيده,فإن لم يستطع فبلسنه,فإن لم يستطع فبقلبه,وذلك اضعف الايمان. رواه مسلم.<br />
</span><br />
Dari Abi Sa’id Al-Hudri r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW. Bersabda: “Barangsiapa diantara kamu semua melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, apabila tidak mampu dengan tangan maka dengan lisannya, bila tidak mampu dengan lisan maka dengan hatinya, dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman&#8221;. (HR. Muslim).</p>
<p>Sebagian ulama berpendapat bahwa yang berhak merubah kemungkaran dengan tangan adalah aparat yang diberi wewenang untuk itu oleh Negara, dalam hal ini adalah polisi, jaksa dan hakim.</p>
<p>Ketidak tegasan aparat yang berwenang dalam mengubah kemungkaran yang disebabkan banyak hal seperti kasus suap, kolusi dan nepotisme serta pandang bulu, akan mengakibatkan ketidak puasan di tengah masyarakat yang berujung pada prilaku main hakim sendiri oleh anggota masyarakat atau sekelompok masyarakat terhadap pihak-pihak yang dianggap mungkar. Hal ini akan berakibat pada ketidak tentraman dan nyaman seluruh masyarakat sehingga akan memunculkan kelompok-kelompok seperti FPI yang mencegah kemungkaran langsung dengan tangan mereka sendiri.</p>
<p><span style="font-size:130%;">C. Prinsip-Prinsip Dasar Dalam Berda’wah</span></p>
<p><span style="font-size:130%;"><em>1. Berdakwah Dengan Hikmah, Memberi Nasihat Yang Baik Dan Berdebat Dengan Argumentasi Yang Baik</em></span></p>
<p><span style="font-size:130%;">ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ</span></p>
<p>&#8220;Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk&#8221;. (An-Nahl: 125)</p>
<p><em><span style="font-size:130%;">2. Berdakwah Dengan Lemah Lembut Baik Dakwah Bil Qoul (Dengan Ucapan) Ataupun Bihal (Perbuatan)</span><br />
</em><br />
<span style="font-size:130%;">فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ</span></p>
<p>&#8220;Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma&#8217;afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu . Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya&#8221;. (Ali Imron: 159)</p>
<p><span style="font-size:130%;"><em>3. Jangan menghina atau mengolok pihak yang didakwahi</em></span></p>
<p><span style="font-size:130%;">وَلاَ تَسُبُّواْ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ فَيَسُبُّواْ اللّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ</span></p>
<p>&#8220;Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan&#8221;. (Al-An’am: 108)</p>
<p><span style="font-size:130%;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ</span></p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim&#8221;. (Al-Hujurat: 11)</p>
<p><span style="font-size:130%;"><em>4. Jauhi Berburuk Sangka Kepada Pihak Lain Termasuk Obyek Da’wah Kita</em></span></p>
<p><span style="font-size:130%;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ</span></p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang&#8221;. (Al-Hujurat: 12)</p>
<p><span style="font-size:130%;"><em>5. Berlaku Adil Kepada Semua Pihak, Janganlah Kebencian Kita Pada Sesuatu Kebatilan Menjadikan Kita Tidak Berlaku Adil Pada Pelaku Batil itu.<br />
</em></span><br />
<span style="font-size:130%;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ</span></p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan&#8221;. (Al-Ma’idah: 8)</p>
<p><span style="font-size:130%;"><em>6. Apabila Ada Berita Yang Bersifat Mengadudomba, Klarifikasi berita tersebut</em></span></p>
<p><span style="font-size:130%;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ</span></p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu&#8221;. (Al-Hujurat: 6)</p>
<p><span style="font-size:130%;"><em>7. Jika Terjadi Perselisihan dan Perbedaan Pemahaman Antar Mu’min Yang Mengarah Kepada Pertengkaran Maka Damaikanlah</em></span></p>
<p><span style="font-size:130%;">وَإِن طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِن بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِن فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ</span></p>
<p>&#8220;Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu&#8217;min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil&#8221;. (Al-Hujurat: 9)</p>
<p><span style="font-size:130%;">إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ</span></p>
<p>&#8220;Sesungguhnya orang-orang mu&#8217;min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat&#8221;. (Al-Hujurat: 10)</p>
<p><em><span style="font-size:130%;">8. Bersatu Padu Untuk Kemajuan Islam dan Da’wah Islam</span><br />
</em><br />
<span style="font-size:130%;">وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَةَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ</span></p>
<p>&#8220;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni&#8217;mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni&#8217;mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk&#8221;. (Ali Imron: 104)</p>
<p><span style="font-size:130%;"><em>9. Da’wah Dibina Dalam Rangka Menjalin Tali Silaturahmi Untuk Bertaqwa Kepada-Nya<br />
</em></span><br />
<span style="font-size:130%;">يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ</span></p>
<p>&#8220;Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal&#8221;. (Al-Hujurat: 13)</p>
<p><span style="font-size:130%;">D. Aksi Kekerasan FPI Dalam Menegakkan Da’wah Islamiyah</span></p>
<p>Berdasarkan uraian di atas, kekerasan yang dilakukan oleh FPI dalam menegakkan da’wah adalah bertentangan dengan Prinsip-Prinsip Dasar Da’wah Islmaiyah. Metode da’wah seperti ini hanya akan mencitrakan Islam sebagai sebuah agama yang penuh kekerasan. Benar bahwa setiap Muslim harus berprinsip tegas dalam menolak kemaksiatan, akan tetapi proses dalam penolakan itu, tidak dibenarkan apabila dilakukan dengan kekerasan, karena cara ini tidak dicontohkan oleh perilaku Rasulullah SAW dalam berda’wah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ansoriok.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ansoriok.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ansoriok.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ansoriok.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ansoriok.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ansoriok.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ansoriok.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ansoriok.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ansoriok.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ansoriok.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ansoriok.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ansoriok.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ansoriok.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ansoriok.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ansoriok.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ansoriok.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=30&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ansoriok.wordpress.com/2008/06/04/konsep-dasar-da%e2%80%99wah-islamiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iansori</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merespon Film Fitna Sebagai Fitnah Menjijikkan</title>
		<link>http://ansoriok.wordpress.com/2008/04/10/merespon-film-fitna-sebagai-fitnah-menjijikkan-2/</link>
		<comments>http://ansoriok.wordpress.com/2008/04/10/merespon-film-fitna-sebagai-fitnah-menjijikkan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 05:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-Tulisan Saya]]></category>
		<category><![CDATA[Film Fitna]]></category>
		<category><![CDATA[Fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[Geert Wilders]]></category>
		<category><![CDATA[Islamophobia]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ansoriok.wordpress.com/2008/04/10/merespon-film-fitna-sebagai-fitnah-menjijikkan-2/</guid>
		<description><![CDATA[MENYIKAPI ISLAMOPHOBIA YANG BERLEBIHAN (Merespon Film Fitna Sebagai Fitnah Menjijikkan) Oleh: Isa Ansori Akhir-akhir ini gerakan yang mencitrakan Islam sebagai ajaran yang ganas, garang dan inspirator terorisme gencar dikumandangkan oleh mereka yang tidak menyukai Islam terutama dari kalangan non Muslim. &#8230; <a href="http://ansoriok.wordpress.com/2008/04/10/merespon-film-fitna-sebagai-fitnah-menjijikkan-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=29&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:130%;">MENYIKAPI ISLAMOPHOBIA YANG BERLEBIHAN<br />
(Merespon Film Fitna Sebagai Fitnah Menjijikkan)<br />
Oleh: Isa Ansori<br />
</span><br />
Akhir-akhir ini gerakan yang mencitrakan Islam sebagai ajaran yang ganas, garang dan inspirator terorisme gencar dikumandangkan oleh mereka yang tidak menyukai Islam terutama dari kalangan non Muslim. Seperti menghina Rasulullah SAW dengan membuat kartun yang dikatakan sebagai Rasulullah SAW mengenakan surban begelantung bom, kemudian munculnya beragam faham dan aliran sesat, dan terakhir beredarnya film karya Geert Wilders seorang senator pemimpin Partai Kebebasan (Freedom Party) di Belanda yang mengutip surah Al-Anfal: 60, lalu menuduh Al-Qur’an menyuruh penganutnya untuk berbuat teror. Pencitraan ini tidak lebih merupakan satu bentuk kekhawatiran berlebih akan kebangkitan peradaban Islam di seluruh dunia yang makin hari menampakkan kemajuan sebagai agama sempurna yang mengajak pemeluknya pada kedamaian, keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan bersama dalam upaya beribadah mengabdi kepada Allah SWT.</p>
<p><span style="font-size:130%;">A. Allah Mengingatkan Orang Muslim Adanya Kelompok Yang Membenci Islam</span></p>
<p><span style="font-size:130%;">وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ</span></p>
<p>&#8220;Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)&#8221;. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu&#8221;. (Al-Baqarah: 120)</p>
<p><span style="font-size:130%;">لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِينَ آمَنُواْ الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُواْ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّلَّذِينَ آمَنُواْ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لاَ يَسْتَكْبِرُونَ</span></p>
<p>&#8220;Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: &#8220;Sesungguhnya kami ini orang Nasrani&#8221;. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri&#8221;. (Al-Maidah: 82)</p>
<p><span style="font-size:130%;">وَتَرَى كَثِيرًا مِّنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ</span></p>
<p>&#8220;Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu&#8221;. (Al-Maidah: 62)</p>
<p><span style="font-size:130%;">B. Karenanya Jangan Menjadikan Orang Yahudi, Nasrani dan Orang yang Suka Menghina Islam Sebagai Pemimpin</span></p>
<p><span style="font-size:130%;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ</span></p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim&#8221;. (Al-Maidah: 51)</p>
<p><span style="font-size:130%;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الَّذِينَ اتَّخَذُواْ دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ</span></p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman&#8221;. (Al-Maeda: 57)</p>
<p><span style="font-size:130%;">c. Film Fitna Karangan Geert Wilders adalah Fitnah yang menjijikkan<br />
</span><br />
Dalam film itu Geert Wilders mengutip Al-Qur’an Surah Al-Anfal ayat 60 yang artinya sebagai berikut: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”.<br />
Geert Wilders menuduh ayat Al-Qur’an ini telah memerintahkan orang yang mengimaninya untuk berbuat teror dan kerusakan. Tuduhan ini jelas tidak benar sebab dia hanya mengutip satu ayat tanpa mengutip ayat sebelum dan sesudahnya dalam satu rangkaian. Kalau kita lihat rangkaian ayat secara menyeluruh fakta yang benar adalah, orang Muslim yang telah membuat perjanjian damai dengan orang non Muslim haruslah berpegang teguh pada perjanjian itu. Jika orang non Muslim menghianati perjanjian, maka Allah memerintahkan orang Muslim untuk tidak tinggal diam tetapi memerangi mereka sebagai penghianat agar mereka mau dan bersedia kembali mematuhi perjanjian yang telah disepakati<br />
Mr. Gert pembuat film fitna, jelas sebagai tukang fitnah, karena dia hanya mengutip salah satu ayat yang memerintahkan orang Islam untuk berjihad tanpa menjelaskan mengapa mereka harus berjihad. Jelas pada ayat sebelum dan sesudahnya menjelaskan mereka harus berjihad kalau dihianati oleh musuh.<br />
Berikut ini kami kutipkan lebih lengkap surah Al-Maidah: 55-64, dari kutipan ini, akan kita ketahui bahwa pembuat film fitna Gert Wilder telah memutar balikkan fakta.</p>
<p><span style="font-size:130%;">إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِندَ اللّهِ الَّذِينَ كَفَرُواْ فَهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ<br />
</span><br />
&#8220;Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman&#8221;. (55)</p>
<p><span style="font-size:130%;">الَّذِينَ عَاهَدتَّ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لاَ يَتَّقُونَ<br />
</span><br />
&#8220;(Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya)&#8221;. (56)</p>
<p><span style="font-size:130%;">فَإِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِي الْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِم مَّنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ</span></p>
<p>&#8220;Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran&#8221;. (57)</p>
<p><span style="font-size:130%;">وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوْمٍ خِيَانَةً فَانبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَى سَوَاءٍ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ الخَائِنِينَ</span></p>
<p>&#8220;Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat&#8221;. (58)</p>
<p><span style="font-size:130%;">وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَبَقُواْ إِنَّهُمْ لاَ يُعْجِزُونَ</span></p>
<p>&#8220;Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah)&#8221;. (59)</p>
<p><span style="font-size:130%;">وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ<br />
وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ<br />
</span><br />
&#8220;Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)&#8221;. (60)</p>
<p><span style="font-size:130%;">وَإِن جَنَحُواْ لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ</span></p>
<p>&#8220;Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui&#8221;. (61)</p>
<p><span style="font-size:130%;">وَإِن يُرِيدُواْ أَن يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللّهُ هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ</span></p>
<p>&#8220;Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mu&#8217;min,&#8221; (62)</p>
<p><span style="font-size:130%;">وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً مَّا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ</span></p>
<p>&#8220;dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana&#8221;. (63)</p>
<p><span style="font-size:130%;">يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ</span></p>
<p>&#8220;Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mu&#8217;min yang mengikutimu&#8221;. (64)</p>
<p><span style="font-size:130%;">D. Sikap Muslim Menghadapi Orang Yang Memusuhi Islam</span></p>
<p><em>1. Bersatu dengan berpegang teguh pada agama Allah dan jangan bercerai berai:</em></p>
<p><span style="font-size:130%;">وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَةَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ</span></p>
<p>&#8220;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni&#8217;mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni&#8217;mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk&#8221;. (Ali Imron: 103)</p>
<p><em>2. Bersabar<br />
</em><br />
<span style="font-size:130%;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لاَ يَأْلُونَكُمْ خَبَالاً وَدُّواْ مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ</span></p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya&#8221;. (Ali Imron: 118)</p>
<p><span style="font-size:130%;">هَاأَنتُمْ أُوْلاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلاَ يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُواْ آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْاْ عَضُّواْ عَلَيْكُمُ الأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ قُلْ مُوتُواْ بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ<br />
</span><br />
&#8220;Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: &#8220;Kami beriman&#8221;; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): &#8220;Matilah kamu karena kemarahanmu itu&#8221;. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati&#8221;. (Ali Imron: 119)</p>
<p><span style="font-size:130%;">إِن تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِن تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُواْ بِهَا وَإِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ لاَ يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ</span></p>
<p>&#8220;Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan&#8221;. (Ali Imron: 120)</p>
<p><em>3. Jangan balas mengolok-olok mereka, karena nanti mereka akan membalas kembali dengan mengolok-olok Allah.<br />
</em><br />
<span style="font-size:130%;">وَلاَ تَسُبُّواْ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ فَيَسُبُّواْ اللّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ</span></p>
<p>&#8220;Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan&#8221;. (Al-An&#8217;am: 108)</p>
<p><em>4. Berdakwah dengan hikmah dan dibantah dengan argumentasi yang baik</em></p>
<p><span style="font-size:130%;">ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ</span></p>
<p>&#8220;Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk&#8221;. (An-Nahl: 125)</p>
<p><em>5. Berdakwah dengan lemah lembut baik dakwah bil qoul (dengan ucapan) ataupun bihal (perbuatan)<br />
</em><br />
<span style="font-size:130%;">فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ<br />
</span><br />
&#8220;Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma&#8217;afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu . Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya&#8221;. (Ali Imron: 159)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ansoriok.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ansoriok.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ansoriok.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ansoriok.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ansoriok.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ansoriok.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ansoriok.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ansoriok.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ansoriok.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ansoriok.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ansoriok.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ansoriok.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ansoriok.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ansoriok.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ansoriok.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ansoriok.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=29&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ansoriok.wordpress.com/2008/04/10/merespon-film-fitna-sebagai-fitnah-menjijikkan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iansori</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hawa Nafsu Manusia</title>
		<link>http://ansoriok.wordpress.com/2008/03/26/hawa-nafsu-manusia-2/</link>
		<comments>http://ansoriok.wordpress.com/2008/03/26/hawa-nafsu-manusia-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 08:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-Tulisan Saya]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hawa Nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[Nafsu Amarah Bi Su']]></category>
		<category><![CDATA[Nafsu Lawwamah]]></category>
		<category><![CDATA[Nafsu Mutmainnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ansoriok.wordpress.com/2008/03/26/hawa-nafsu-manusia-2/</guid>
		<description><![CDATA[HAWA NAFSU MANUSIA Oleh: Isa Ansori Allah SWT. menciptakan manusia sebagai khalifah yang menguasai dan mendayagunakan bumi dan alam sekitarnya untuk kesejahteraan manusia. وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُواْ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ &#8230; <a href="http://ansoriok.wordpress.com/2008/03/26/hawa-nafsu-manusia-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=28&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-size:180%;">HAWA NAFSU MANUSIA<br />
Oleh: Isa Ansori</span></p>
<p>Allah SWT. menciptakan manusia sebagai khalifah yang menguasai dan mendayagunakan bumi dan alam sekitarnya untuk kesejahteraan manusia.</p>
<p><span style="font-size:130%;">وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُواْ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ</span></p>
<p>“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi&#8221;. Mereka berkata: &#8220;Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?&#8221; Tuhan berfirman: &#8220;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui&#8221;. (Al-Baqarah: 30)</p>
<p><span style="font-size:130%;">هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ</span></p>
<p>“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. (Al-Baqarah: 29)</p>
<p>Kesemuanya itu dalam rangka ikhlas beribadah mengabdi kepada-Nya.</p>
<p><span style="font-size:130%;">وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ</span></p>
<p>“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (Adzariyat: 56)</p>
<p><span style="font-size:130%;">وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ</span></p>
<p>“Mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta&#8217;atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus”. (Al-Bayyinah: 5).</p>
<p>Agar misi sebagai khalifah dapat berjalan, Allah memberi nafsu pada diri manusia sebagai sumber pendorong perubahan dan perkembangan selama manusia masih hidup. Pada nafsu itu diberi ilham tentang manakah keinginan-keinginan baik yang dibenarkan dan diridhai oleh Allah SWT. sehingga setiap proses mewujudkan keinginan-keinginan itu dapat bernilai ibadah dan mengabdi kepada Allah SWT. Serta manakah keinginan-keinginan buruk yang apabila diperturutkan maka proses mewujudkannya adalah maksiat kepada Allah SWT. Firman Allah:</p>
<p><span style="font-size:130%;">وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا. فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا. قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا. وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا</span></p>
<p>“dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. (As-Syams: 7-10).</p>
<p>Selain nafsu, Allah SWT. juga menciptakan akal pikiran pada diri manusia, yang berfungsi sebagai pembantu nafsu dalam mempertimbangkan suatu keinginan, apakah mungkin atau tidak mungkin, logis atau tidak logis, bermanfaat atau tidak bermanfaat, baik atau buruk, diridhoi Allah atau dimurkai, dan seterusnya sekaligus mencarikan alternatif cara dan proses apabila ia diwujudkan. Dan sebagai standar penilaian itu adalah Al-Qur’an, wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.</p>
<p><span style="font-size:130%;">يُؤتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ</span></p>
<p>“Allah menganugerahkan al hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al Qur&#8217;an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”. (Al-Baqarah: 269)</p>
<p>Hawa nafsu sebagai sumber dan pendorong segala keinginan pada diri manusia, dalam proses memunculkan suatu keinginan dan usaha untuk mewujudkannya, ada yang mendapat rahmat Allah sehingga mengikuti ilham dari Allah untuk selalu bertaqwa kepada-Nya. Ia bersedia dengan ikhlas mengikuti jalan Allah yang lurus, dan tidak berani untuk mendustai-Nya. Ia merasa aman dan tentram selalu berada dalam keridhaan-Nya dan menolak untuk bermaksiat kepada-Nya. Inilah nafsu yang disebut dengan “Nafsu Mutmainnah” yang akan dipanggil oleh Allah untuk menghadap dan bersemayam dengan tentram di sisi-Nya, seperti dalam firman Allah:</p>
<p><span style="font-size:130%;">يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ. ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً. فَادْخُلِي فِي عِبَادِي. وَادْخُلِي جَنَّتِي</span></p>
<p>“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama&#8217;ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku”. (Al-Fajr: 27-30)</p>
<p>Namun ada pula yang sebaliknya. Nafsu yang merasa puas dan tentram jika bermaksiat kepada Allah, menolak dengan keras segala seruan untuk mengabdi kepada Allah. Ia lebih suka mengikuti seruan syaithan. Ini seperti pada saat iblis raja syaithan menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Iblis saat itu mengikuti hawa nafsu sombongnya yang menganggap bahwa dia lebih mulia dari pada Adam sebaba ia diciptakan oleh Allah dari api sedangkan Adam dari tanah. Firman Allah:</p>
<p><span style="font-size:130%;">وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُواْ لِآدَمَ فَسَجَدُواْ إِلاَّ إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ. قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلاَّ تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَاْ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ</span></p>
<p>“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: &#8220;Bersujudlah kamu kepada Adam&#8221;; maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: &#8220;Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?&#8221; Menjawab iblis: &#8220;Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah&#8221;. (Al-A’raf: 11-12).</p>
<p>Hawa nafsu yang senang bermaksiat dan mendurhakai Allah ini disebut dengan “Nafsu Amarah bi Su’” (Nafsu yang menyuruh kepada kejelekan), sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Yusuf dalam firman Allah:</p>
<p><span style="font-size:130%;">وَمَا أُبَرِّىءُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلاَّ مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ</span></p>
<p>“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Yusuf: 53)</p>
<p>Kemudian, nafsu itu juga mempunyai sifat tidak pernah puas terhadap segala keinginan yang telah terwujud atau dalam proses perwujudannya. Jika nafsu mendorong untuk berbuat suatu kebajikan lalu berhasil mewujudkannya, maka ia akan menyesal mengapa tidak lebih banyak lagi kebajikan dapat ia wujudkan. Dalam posisi ini, sifat nafsu ini adalah baik dan mulia. Namun jika sebaliknya, nafsu amarah bi su’ yang mendorong kepada kejelekan dan berhasil mewujudkannya, maka ia pun tidak merasa puas, bahkan menyesali mengapa tidak lebih banyak lagi kemaksiatan ia wujudkan sehingga tercapai kepuasan, meskipun pada hakekatnya kepuasan yang ia kehendaki tidak mungkin akan tercapai. Rasulullah SAW. bersabda:</p>
<p><span style="font-size:130%;">لوكان لإبن أدم واد من مال لابتغى اليه ثانيا ولو كان له واديان لابتغى لهما ثالثا ولايملأ جوف ابن أدم الا الترب ويتوب الله من تاب</span>.</p>
<p>“Andaikata anak Adam memiliki satu lembah berisi harta pasti dia berharap untuk mendapatkan lembah yang kedua. Dan seandainya ia telah memiliki dua lembah berisi harta, pastilah dia berharap lembah yang ke tiga. Tidak ada yang dapat memenuhi keinginan perut anak Adam kecuali tanah (mati dikubur). Allah menerima taubat setiap orang yang bertaubat kepada-Nya”. (HR: Ahmad, Bukhari, Muslim dan Tirmizi).</p>
<p>Sifat nafsu ini disebut dengan “Nafsu Lawwamah”, sebagaimana firman Allah:</p>
<p><span style="font-size:130%;">وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ</span></p>
<p>“Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)”. (Al-Qiyamah: 2)</p>
<p>Dalam penyesalan karena ketidak puasannya, nafsu lawwamah yang mengikuti nafsu amarah bi su’ berkeluh kesah seperti dalam Firman Allah:</p>
<p><span style="font-size:130%;">إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا. إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا. وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا</span></p>
<p>“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,</p>
<p><span style="font-size:130%;">فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ. وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ</span></p>
<p>“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: &#8220;Tuhanku telah memuliakanku&#8221;. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: &#8220;Tuhanku menghinakanku&#8221;. (Al-Fajr: 15-16)</p>
<p>Inilah sekelumit hawa nafsu manusia. Hawa nafsu ini bersemayam dalam hati. Hati bukan dalam arti fisik berupa segumpal daging dalam tubuh yang terletak di dada kiri, tapi hati dalam arti yang lebih lembut dan abstrak yang disebut oleh Allah dan Rasulullah sebagai pusat pengendali baik dan buruk amal manusia. (Sekelumit tentang hati kami tulis di bawah. Insha Allah bahasan lebih lanjut pada tulisan lain).</p>
<p>Di dalam hati, hawa nafsu mutmainnah dan amarah bi su’ saling berebut pengaruh untuk menjadi sumber pendorong dalam setiap keinginan yang akan diwujudkan oleh manusia. Seluruh panca indera dan anggauta badan yang lain adalah sumber informasi untuk terwujudnya suatu kegiatan sekaligus sebagai pelaksana dalam mewujudkan keinginan itu.</p>
<p>Allah Maha Mengetahui, oleh sebab seluruh panca indera dan anggauta badan adalah sumber informasi dan sekaligus pelaksana hawa nafsu, maka Allah menurunkan tata aturan bagaimana mendayagunakan seluruh panca indera dan anggauta badan yang benar dan diridhai-Nya sehingga setiap perbuatan yang dihasilkan maka akan bernilai ibadah kepada-Nya.</p>
<p>Manusia dihiasi syahwat cinta kepada wanita, anak-anak, dan harta benda dunia lainnya, sehingga seluruh panca indera dan anggauta badan lainnya pun bekerja memberikan informasi kepada hati tentang apa yang ia lihat dan ingin rasakan, dan Allah pun menunjukkan bagaimana syahwat cinta kepada semuanya itu dimulai dari proses pemberian informasi sampai proses perwujudan kenikmatan dapat bernilai ibadah kepada-Nya.</p>
<p><span style="font-size:130%;">زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ</span></p>
<p>“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan syahwat kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”. (Ali-Imron: 14)</p>
<p>Sedikit contoh kami berikan, ketika mata seorang lelaki jatuh menatap wanita cantik di hadapannya, informasi ini dikirim ke dalam hati, lalu hiasan syahwat cinta kepada wanita yang diberikan Allah kepada manusia mendorong hawa nafsu merespon dengan beragam keinginan. Lalu Allah memberikan bimbingan kepada nafsu seperti dalam hadis Rasul SAW. bahwa: Pandangan pertama kepada segala sesuatu adalah memang pekerjaan mata, akan tetapi pandangan berikutnya adalah respon nafsu terhadap apa yang ia lihat, maka berhati-hatilah, kalau nafsu amarah bi su’ yang menguasai, maka pandangan yang berikutnya itu akan dikenai hisab oleh Allah. Dan Allah-pun mengajarkan bagaimana memandang yang dibenarkan, ialah pandangan ketika berta’aruf dan meminang untuk dijadikan isteri sah dalam rangka beribadah kepada-Nya saja yang dibenarkan.</p>
<p>Untuk ini Rasulullah SAW. bersabda:</p>
<p><span style="font-size:130%;">قال رسول الله صلىالله عليه وسلم: لا يؤمن أحدكم جتى يكون هواه تبعا لما جئت به</span>.</p>
<p>Rasulullah SAW. bersabda: “Tidak beriman salah seorang diantara kamu sehingga hawa nafsunya mengikuti ajaran yang aku bawa” .</p>
<p>Rasulullah SAW. Juga memberi petunjuk kepada hati ketika nafsu mutmainnah dan amarah bi su’ saling berebut pengaruh:</p>
<p><span style="font-size:130%;">عن وابصة بن معبد رضىالله عنه قال أتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال جئت تسأل عن البر؟. قلت نعم. قال استفت قلبك البر مااطمأنت اليه النفس واطمأن إليه القلب. والإثم ماحاك فى النفس وتردد فى الصدر وإن افتاك الناس وأفتوك<br />
</span><br />
“Wabishah bin Ma’bad r.a berkata: Aku mendatangi Rasulullah SAW, lalau beliau bertanya: “Engkau datang hendak menanyakan tentang kebaikan?”. Aku menjawab: “Ya!”. Nabi bersabda: “Mintalah fatwa pada hatimu. Kebaikan adalah apa-apa yang jiwa/nafsu dan hatimu merasa aman dan tentram. Sedangkan dosa adalah apa-apa yang menimbulkan keraguan dalam jiwa/nafsu dan hatimu meski kau meminta pendapat atau diberi pendapat oleh orang lain”. (HR. Ahmad bin Hambal dan Ad-Darimi)</p>
<p>Tulisan ini masih ada kaitannya dengan tulisan kami sebelumnya. Silakan baca kembali tulisan kami yang berjudul: <a href="http://ansoriok.blogspot.com/2008/03/muhammad-diutus-untuk-menyempurnakan.html">&#8220;Muhammad Diutus Untuk Menyempurnakan Akhlak Mulia&#8221;.</a></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ansoriok.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ansoriok.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ansoriok.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ansoriok.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ansoriok.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ansoriok.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ansoriok.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ansoriok.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ansoriok.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ansoriok.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ansoriok.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ansoriok.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ansoriok.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ansoriok.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ansoriok.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ansoriok.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=28&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ansoriok.wordpress.com/2008/03/26/hawa-nafsu-manusia-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iansori</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muhammad Diutus Untuk Menyempurnakan Akhlak Mulia</title>
		<link>http://ansoriok.wordpress.com/2008/03/17/muhammad-diutus-untuk-menyempurnakan-akhlak-mulia-2/</link>
		<comments>http://ansoriok.wordpress.com/2008/03/17/muhammad-diutus-untuk-menyempurnakan-akhlak-mulia-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 03:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-Tulisan Saya]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak Terpuji]]></category>
		<category><![CDATA[Angkara Murka]]></category>
		<category><![CDATA[Hawa Nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[Maulid Nabi SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Rahmat Seluruh Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Suri Tauladan]]></category>
		<category><![CDATA[Uswatun Hasanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ansoriok.wordpress.com/2008/03/17/muhammad-diutus-untuk-menyempurnakan-akhlak-mulia-2/</guid>
		<description><![CDATA[MUHAMMAD DIUTUS UNTUK MENYEMPURNAKAN AKHLAK MULIA (Memperingati Maulid Nabi S.A.W.) Oleh: Isa Ansori Pada bulan Rabiul Awal lebih dari 14 Abad yang lalu, Allah telah menurunkan seorang hamba IstimewaNya ke dunia. Dia adalah Muhammad Rasulullah SAW. yang mengemban misi penting &#8230; <a href="http://ansoriok.wordpress.com/2008/03/17/muhammad-diutus-untuk-menyempurnakan-akhlak-mulia-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=27&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-size:130%;">MUHAMMAD DIUTUS UNTUK MENYEMPURNAKAN AKHLAK MULIA<br />
(Memperingati Maulid Nabi S.A.W.)<br />
</span>Oleh: Isa Ansori</p>
<p>Pada bulan Rabiul Awal lebih dari 14 Abad yang lalu, Allah telah menurunkan seorang hamba IstimewaNya ke dunia. Dia adalah Muhammad Rasulullah SAW. yang mengemban misi penting untuk membentuk akhlak umat manusia mulya dan sempurna sebagaimana yang Allah kehendaki.</p>
<p>Allah SWT. memiliki maksud tertentu menciptakan umat manusia, yaitu sebagai khalifah (penguasa, pengatur) bumi dalam rangka ikhlas beribadah kepadaNya. Manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan memiliki hawa nafsu. Hawa nafsu inilah yang mendorong manusia untuk selalu dinamis berubah ke segala arah. Dengan hawa nafsu manusia dapat memrubah dunia ke zaman modern seperti saat ini dan akan terus berkembang ke masa yang lebih modern di masa yang akan datang. Dan hawa nafsu pula jika tanpa dikendalikan sebagai pendorong kuat untuk memunculkan perbuatan-perbuatan tercela dan kerusakan-kerusakan di muka bumi. Inilah hawa nafsu manusia yang diucapkan oleh Nabi Yusuf dalam firman Allah:</p>
<p><span style="font-size:180%;">وَمَا أُبَرِّىءُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلاَّ مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ</span></p>
<p>“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Yusuf: 53)</p></div>
<div>Kecenderungan hawa nafsu yang tak terkontrol sehingga banyak melahirkan perbuatan-perbuatan maksiat dan kerusakan-kerusakan di muka bumi telah lama dikhawatirkan oleh para malaikat ketika Allah mengutarakan maksudnya kepada para malaikat bahwa Allah akan menciptakan makhluk manusia sebagai khalifah (penguasa, pengatur) di muka bumi. Firman Allah:</p>
<p><span style="font-size:130%;"><span style="font-size:180%;">وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُواْ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ<br />
</span><br />
</span>“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi&#8221;. Mereka berkata: &#8220;Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?&#8221; Tuhan berfirman: &#8220;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui&#8221;. (Al-Baqarah: 30)</p>
<p>Dan kekhawatiran malaikat ini telah terbukti, betapa kita saksikan, berapa banyak manusia tanpa dosa terbunuh baik oleh pribadi-prabadi atau perang yang menghancurkan sendi-sendi kemanusiaan. Berapa banyak kemaksiatan terjadi disekitar kita, dikerjakan dengan terang-terangan tanpa malu-malu: berjudi, mabuk-mabukan, berzina, merampas harta orang lain tanpa hak dari pencurian kelas teri hingga korupsi yang menelan harta masyarakat trilyunan rupiah dan beragam kemaksiatan lainnya hingga mengganggu sendi-sendi kehidupan normal di masyarakat, kesemuanya terus menerus terjadi hingga saat ini. (Lebih jauh tentang nafsu manusia akan kami bahas dalam tulisan tersendiri, insya Allah).</p>
<p>Kerusakan akhlak terus terjadi merajalela. Akankah nafsu angkaramurka akan terus kita perturutkan? Jawabnya tanyakanlah pada diri sendiri. Jangan mudah menyalahkan pihak lain, karena setiap kita adalah bernafsu.</p>
<p>Dan ini adalah salah satu alasan mengapa Allah menurunkan Muhammad SAW. di tengah-tengah manusia. Tiada lain untuk membimbing nafsu manusia bagaimana seharusnya ia dibimbing, dikendalikan dan diarahkan. Rasulullah SAW. bersabda:</p>
<p><span style="font-size:180%;">إنما بعثت لأتم صالح الاخلق<br />
</span><br />
”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang sholeh”. (HR: Bukhari dalam shahih Bukhari kitab adab, Baihaqi dalam kitab syu’bil Iman dan Hakim).</p>
<p>Hadis dari Anas dia menyatakan:</p>
<p><span style="font-size:180%;">كان احسن الناس خلقا</span></p>
<p>“Nabi SAW. adalah manusia dengan akhlak yang terbaik”. (HR: Muslim dan Abu Dawud).</p>
<p>Aisyah menyebut akhlak Rasulullah SAW. adalah Al-Qur’an.</p>
<p>Allah sendiri memuji akhlak Rasulullah SAW dengan menyebut:</p>
<p><span style="font-size:180%;">وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ</span></p>
<p>“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. (Al-Qalam: 4).</p>
<p><span style="font-size:180%;">لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا</span></p>
<p>“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Al-Ahzab: 21)</p>
<p>Jelaslah siapa saja yang menginginkan kehidupan di dunia hingga akhirat berjalan normal sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT. tiada jalan lain kecuali kembali mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupannya sehari-hari. Sebab Al-Qur’an diturunkan adalah sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa, dan dengan ketakwaan inilah kehidupan dunia hingga akhirat akan berlangsung normal. Tentang hal ini silakan Anda baca tulisan kami lainnya di: <a href="http://ansoriok.blogspot.com/2008/02/musibah-antara-azab-dan-ujian.html">“Musibah: Antara Azab dan Ujian”. </a><br />
Firman Allah:</p>
<p><span style="font-size:180%;">الم. ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ</span></p>
<p>“Alif laam miim . Kitab (Al Qur&#8217;an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. (Al-Baqarah: 1-2)</p>
<p>Rasulullah SAW. sendiri menyebutkan:</p>
<p><span style="font-size:180%;">تركت فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما كتاب الله وسنتى</span></p>
<p>“Aku Tinggalkan padamu dua perkara, kamu semua tidak akan sesat selamanya (dengan berpegang teguh kepada keduanya) ialah Kitab Allah dan Sunnahku”.</p>
<p>Dan bagi siapa saja yang mengabaikan Al-Qur’an dengan memperturutkan nafsu angkaramurkanya maka kehidupan dunia akan menjadi tidak normal. Dan pada hari kiamat azab Allah yang pedih telah menanti. Firman Allah:</p>
<p><span style="font-size:180%;">وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى. قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا. قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنسَى. وَكَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِن بِآيَاتِ رَبِّهِ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَى</span></p>
<p>“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: &#8220;Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?”. Allah berfirman: &#8220;Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan&#8221;. Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal”. (Thaha: 124-127)</p></div>
<div></div>
<div>Tujuan akhir dari diutusnya Muhammad adalah terciptanya ketentraman, kebahagian dan kesejahteraan hidup seluruh makhluk di seluruh dunia hingga akhirat. Firman Allah:</div>
<div></div>
<div></div>
<div><span style="font-size:180%;">وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ<br />
</span></div>
<div></div>
<div>&#8220;Dan tiadalah Kami mengutus kamu Muhammad, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam&#8221;. (Al-Anbiya&#8217;: 107)</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ansoriok.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ansoriok.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ansoriok.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ansoriok.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ansoriok.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ansoriok.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ansoriok.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ansoriok.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ansoriok.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ansoriok.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ansoriok.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ansoriok.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ansoriok.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ansoriok.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ansoriok.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ansoriok.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=27&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ansoriok.wordpress.com/2008/03/17/muhammad-diutus-untuk-menyempurnakan-akhlak-mulia-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iansori</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MUSIBAH: ANTARA AZAB DAN UJIAN</title>
		<link>http://ansoriok.wordpress.com/2008/02/22/musibah-antara-azab-dan-ujian-2/</link>
		<comments>http://ansoriok.wordpress.com/2008/02/22/musibah-antara-azab-dan-ujian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 08:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-Tulisan Saya]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Cobaan]]></category>
		<category><![CDATA[Musibah]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ansoriok.wordpress.com/2008/02/22/musibah-antara-azab-dan-ujian-2/</guid>
		<description><![CDATA[MUSIBAH: ANTARA AZAB DAN UJIAN Oleh : Isa Ansori Dalam satu dekade terakhir, beragam musibah mendera bangsa Indonesia. Dimulai dari krisis moneter sekitar tahun 1997 yang mendorong naiknya harga semua kebutuhan hidup primer dan skunder sehingga mayoritas masyarakat menjadi miskin &#8230; <a href="http://ansoriok.wordpress.com/2008/02/22/musibah-antara-azab-dan-ujian-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=26&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong><span style="font-size:180%;">MUSIBAH: ANTARA AZAB DAN UJIAN</span><br />
</strong>Oleh : Isa Ansori</p>
<p><span>Dalam satu dekade terakhir, beragam musibah mendera bangsa Indonesia. Dimulai dari krisis moneter sekitar tahun 1997 yang mendorong naiknya harga semua kebutuhan hidup primer dan skunder sehingga mayoritas masyarakat menjadi miskin dan sulit memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penyebab keadaan ini sangat komplek, yang banyak disebut adalah karena kuatnya korupsi, kolusi dan nepotisme yang seakan membudaya pada rezim Orde Baru (dan sepertinya terus berlanjut hingga saat ini meski usaha untuk memberantasnya digalakkan), sehingga memaksa rezim ini runtuh dan digantikan oleh penguasa era reformasi. Belum lama pemerintah era reformasi membenahi Indonesia untuk lebih baik, beragam musibah kembali mendera, bencana alam datang silih berganti dari gempa bumi dan tsunami yang meluluhlantahkan ujung pulau Sumatera Aceh dan sekitarnya menelan ratusan ribu korban jiwa dan harta benda yang tak ternilai, hingga gunung meletus, banjir, angin puting beliung, kebakaran hutan, lumpur, beragam kecelakaan sarana transportasi baik darat, laut maupun udara dan masih banyak lagi sederat musibah yang terjadi hingga saat ini terus menghampiri seolah tak pernah berhenti. </span></div>
<div><span>Bertanyalah kita mengapa semua ini terjadi? Dan Bagaimanakah seorang Muslim menyikapi? </span></div>
<div><span>Menjawab pertanyaan ini, kita mulai dari maksud dan tujuan Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi. </span><a href="http://ansoriok.blogspot.com/2008/01/berbuat-dengan-ikhlas-karena-allah-swt.html"><span>Allah menciptakan jin dan manusia tiada lain adalah untuk semata beribadah dan mengabdi dengan ikhlas kepadaNya</span></a><span>.<br />
Untuk menuntun umat manusia agar selalu berada pada jalan lurus yang diridhaiNya, Allah telah menurunkan Al-Qur’an melalui RasulNya Muhammad SAW. Al-Qur’an adalah petunjuk bagi orang yang bertaqwa. Firman Allah:<br />
</span><br />
<span style="font-size:180%;">الم. ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ. البقرة:1-2</span></div>
<div></div>
<div><span><em>“Alif laam miim. Kitab (Al Qur&#8217;an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. (Al-Baqarah: 1-2)<br />
</em><br />
Al-Quran menjelaskan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan oleh manusia dan juga yang harus di jauhi untuk menggapai kesuksesan dan kebahagiaan hidup di dunia hingga akhirat. Inilah jalan yang lurus yang harus dilewati manusia jika menginginkan keselamatan, keberuntungan dan kesuksesan di dunia hingga setelah masa kematiannya. Jika tidak maka kekakacauan sosial dan bencana akan menimpa manusia di dunia dan setelah kematiannya. Adanya kehidupan dunia yang bersambung terus ke alam setelah kematian adalah suatu ujian adakah manusia telah menyembah dan beribadah sesuai dengan kehendakNya. Firman Allah:</span></div>
<div></div>
<div><span style="font-size:180%;">تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ. الملك:1-2<br />
</span></div>
<div></div>
<div></div>
<div><span><em>“</em></span><em>Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. (Al-Mulk: 1-2)</em></div>
<div><span></p>
<p>Allah Maha Adil dalam menilai dan membalas amal perbuatan manusia. Barang siapa berbuat baik dengan sesamanya dan alam lingkungan sekitarnya maka balasan kebaikan diterima berupa ketentraman dan kesejahteraan hidup di dunia hingga akhirat dan sebaliknya siapa yang membuat kerusakan dan kekacauan pada sesama dan alam lingkungan sekitarnya, maka kekakacauan hidup dan bencana akan ia terima di dunia dan akhirat. Manusia adalah makhluk sosial, setiap tindakan individu akan berimplikasi pada individu yang lain. Dan setiap individu akan dimintai pertanggungjawaban terhadap setiap apa yang ia kerjakan. Firman Allah:</p>
<p></span></div>
<div><span style="font-size:180%;">فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ. وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ. الزلزلة: 1-2</span></div>
<div></div>
<div><span><em></em></span></div>
<div><span><em>“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”. (Al-Zalzalah: 1-2)</em></span></div>
<div></div>
<div><span style="font-size:180%;">ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ. الروم: 41</span></div>
<p align="left"><span style="font-family:times new roman;"><span><em>“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Ar-Rum: 41)<br />
</em></span><br />
</span><span>Dengan demikian beragam musibah baik berupa kesulitan hidup atau bencana alam bila kita lihat dari kaca mata ini dapat berarti: </span></p>
<p><span>1. Azab atau murka Allah kepada mahluknya karena telah melanggar kewajiban untuk selalu menyembah dan mengabdi kepadaNya dalam seluruh tindakan, baik dalam pergaulan dengan sesama atau alam sekitar. Korupsi, kolusi, nepotisme tak berdasar, riba, judi, zina, mencuri dan beragam maksiat lain yang dilarang Allah akan mengakibatkan kekacauan tatanan kehidupan manusia. Sementara perusakan alam akan mengakibatkan rusaknya ekosistem dan keteraturan alam. Semua kesulitan hidup dan bencana itu tidak hanya ditanggung oleh si pelaku tetapi juga semua orang di sekitarnya. Firman Allah:<br />
</span><br />
<span style="font-size:180%;">وَاتَّقُواْ فِتْنَةً لاَّ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ . ألأنفال: 25</span></p>
<div><span><em></em></span></div>
<div><span><em>“Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”. (Al-Anfal: 25). </em></span></p>
<p><span style="font-size:180%;">وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِّن نَّبِيٍّ إِلاَّ أَخَذْنَا أَهْلَهَا بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَ . ثُمَّ بَدَّلْنَا مَكَانَ السَّيِّئَةِ الْحَسَنَةَ حَتَّى عَفَواْ وَّقَالُواْ قَدْ مَسَّ آبَاءَنَا الضَّرَّاءُ وَالسَّرَّاءُ فَأَخَذْنَاهُم بَغْتَةً وَهُمْ لاَ يَشْعُرُونَ . وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَوْاْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ . الأعراف: 95-97</span></div>
<div><span><em>“Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri. Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata: &#8220;Sesungguhnya nenek moyang kamipun telah merasai penderitaan dan kesenangan&#8221;, maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (Al-A’raf: 95-97)</em></p>
<p>2. Ujian bagi orang yang beriman untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.</p>
<p></span></p>
<p><span style="font-size:180%;">وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمْوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ . الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعونَ</span> <span style="font-size:180%;">. أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ. البقرة: 155-157<br />
</span><br />
<span style="font-family:times new roman;"><em><span>“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, &#8220;Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun&#8221;. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (Al-Baqarah: 155-157)<br />
</span></em><br />
Rasulullah SAW. bersabda:</span></p>
<p><span style="font-size:180%;">عن آنس رضىالله عنه قال قال رسول الله صلىالله عليه وسلم: إذا اراد الله بعبده الشر امسك عنه بذنبه حتى يوفى به يوم القيمة و قال النبى صلىالله عليه وسلم إن عظم الجزاء مع عظم البلاء وان الله تعلى إذا احب قوما ابتلاهم فمن رضى فله الرضا ومن سخط فله السخط. رواه ترمذى<br />
</span><br />
<span style="font-size:85%;"><em>&#8220;Dari Anas RA berkata telah bersabda Rasulullah SAW: “Jika Allah menghendaki pada seorang hambanya dengan suatu kejelakan maka Allah akan menahan dosa-dosanya sehingga dia dibalas pada hari kiamat”, Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya pahala yang besar itu disertai besarnya ujian, dan sesungguhnya Allah Ta’ala apabila Dia mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka maka barangsiapa yang ridha dengan ujian itu maka ia mendapatkan ridha Allah dan barangsiapa yang murka dengan ujian itu, maka murka Allah atas dia”. (HR. Tirmidzi). </em></span></div></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ansoriok.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ansoriok.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ansoriok.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ansoriok.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ansoriok.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ansoriok.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ansoriok.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ansoriok.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ansoriok.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ansoriok.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ansoriok.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ansoriok.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ansoriok.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ansoriok.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ansoriok.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ansoriok.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=26&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ansoriok.wordpress.com/2008/02/22/musibah-antara-azab-dan-ujian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iansori</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meraih Keberuntungan Dan Kesuksesan Dunia dan Akhirat</title>
		<link>http://ansoriok.wordpress.com/2008/02/11/meraih-keberuntungan-dan-kesuksesan-dunia-dan-akhirat/</link>
		<comments>http://ansoriok.wordpress.com/2008/02/11/meraih-keberuntungan-dan-kesuksesan-dunia-dan-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-Tulisan Saya]]></category>
		<category><![CDATA[Amal Sholeh]]></category>
		<category><![CDATA[Amar ma'ruf]]></category>
		<category><![CDATA[Kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[Nahi munkar]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian]]></category>
		<category><![CDATA[Wasiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ansoriok.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[MERAIH KEBERUNTUNGAN DAN KESUKSESAN DUNIA DAN AKHIRAT Oleh : Isa Ansori Semua orang menginginkan keberuntungan dan kesuksesan hidup di dunia hingga akhirat. Ada yang mengatakan seseorang disebut beruntung dan sukses jika memiliki banyak uang dan harta benda lainnya. Tapi tahukah &#8230; <a href="http://ansoriok.wordpress.com/2008/02/11/meraih-keberuntungan-dan-kesuksesan-dunia-dan-akhirat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=13&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">MERAIH KEBERUNTUNGAN DAN KESUKSESAN DUNIA DAN AKHIRAT<br />
Oleh : Isa Ansori</p>
<p>Semua orang menginginkan keberuntungan dan kesuksesan hidup di dunia hingga akhirat. Ada yang mengatakan seseorang disebut beruntung dan sukses jika memiliki banyak uang dan harta benda lainnya. Tapi tahukah Anda bahwa menurut Allah semua orang adalah rugi dalam kedidupan dunia dan akhiratnya kecuali mereka masuk ke dalam ruang lingkup ini: Orang yang beriman, beramal sholeh, saling menasehati untuk selalu dalam kebenaran dan saling menasehati untuk selalu bersabar.</p>
<p>وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.  الْعَصْرِ: 1-3</p>
<p>“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menta&#8217;ati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (Al-Asr: 1-3)</p>
<p>Menurut Allah dan makhluk yang selalu ta’at kepadaNya, orang-orang yang beruntung dan sukses adalah:</p>
<p>1.     Orang-Orang Yang Beriman</p>
<p>Siapakah orang yang beriman? Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim ketika ditanya  oleh Jibril tentang apakah iman itu, Beliau menjawab: “Hendaklah engkau percaya kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, hari kiamat dan juga percaya pada qadar baik dan buruk”. Ini adalah keimanan Islam yang meyakini bahwa Allah adalah Esa, Allah tempat bergantung, Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tidak ada seuatupun yang menyamaiNya. (QS: Al-Ikhlas: 1-4)</p>
<p>2.     Beramal Sholeh.
</p>
<p align="justify">Iman hendaknya diwujudkan dalam bentuk amal sholeh yaitu mengamalkan ajaran-ajaran Islam yakni melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi semua laranganNya seperti tercantum dalam Al-Qur’an dan Al-Hadis.<br />
Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Hakim dari Ibnu Umar bersabda:</p>
<p>تركت فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما كتاب الله وسنتى
</p>
<p align="justify">“Aku Tinggalkan padamu dua perkara, kamu semua tidak akan sesat selamanya ialah Kitab Allah dan Sunnahku”.</p>
<p>Rasulullah SAW ketika ditanya oleh Jibril tentang Islam, Beliau menjawab: “Islam adalah engkau bersaksi sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, engkau dirikan shalat, menunaikan zakat, puasa bulan Ramadhan dan haji ke Baitullah jika engkau mampu”.</p>
<p>Secara lebih rincin Allah juga menyebutkan orang-orang mukmin yang beruntung dan sukses dalam surat Al-Mukminun 1-11:</p>
<p>قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ. الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ. وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ. وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ. وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ. إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ. فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ. وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ. وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ. أُوْلَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ. الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ.  الْمُؤْمِنُونَ: 1-11</p>
<p>“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu&#8217; dalam shalatnya, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (ya&#8217;ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya”. (Al-Mukminun: 1-11).</p>
<p>Allah juga menyebut orang-orang yang berjihad di jalanNya (dalam arti luas) dengan harta benda dan jiwanya sebagai orang yang beruntung.</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ. تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ. يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ.   الصف: 10-12</p>
<p align="justify">“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar”. (Ash-Shaaf: 10-12).</p>
<p>Masih banyak lagi ayat dan hadis yang menjelaskan lebih rinci tentang macam-macam amal sholeh yang tidak kami muat di sini. Kesemuanya itu hendaklah di amalkan dalam kehidupan sehari-hari bagi yang ingin beruntung dan sukses. Satu hal terpenting ketika beramal sholeh adalah niatkan kesemuanya itu ikhlas dan khusyu’ beribadah karena semata mengharap ridha Allah SWT. Rasulullah SAW ketika ditanya oleh Jibril tentang Ihsan beliau menjawab: “Engkau sembah dan beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat Allah. Jika engkau tidak dapat melihatNya, sesungguhnya Dia melihat engkau”.</p>
<p>3.     Saling Berwasiat Untuk Selalu Melaksanakan Kebenaran Dari Allah</p>
<p>Setelah beriman dan beramal sholeh, agar iman dan amal sholeh itu dapat istiqomah, diperlukan suatu upaya untuk mlestarikannya ialah dengan saling berwasiat khususnya bagi sesama orang beriman dan umumnya kepada semua orang untuk selalu berada dalam kebenaran yang telah Allah tunjukkan dalam Al-Qur’an dan Hadis RasulNya. Wujud dari wasiat ini adalah dakwah amar ma’ruf dan nahi munkar. Allah berfirman:</p>
<p>وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ.   ال عمران: 104<br />
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (Ali Imran: 104).</p>
<p>كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ.   آل عمران: 110</p>
<p>“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. (Ali Imron: 110)</p>
<p>Setiap orang dalam Islam mempunyai tanggung jawab untuk mengajak dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya untuk selalu bertaqwa kepada Allah serta mencegah dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya bermaksiat kepada Allah. Allah berfirman:</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ. (التحريم  : 6)</p>
<p align="justify">“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (At-Tahrim: 6)</p>
<p>Nabi SAW bersabda:</p>
<p>أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: كلكم راع فمسئول عن رعيته, فالأمير الذي علي الناس راع وهو مسئول عنهم, والرجل راع علي أهل بيته وهو مسئول عنهم, والمرأة راعية علي بيت بعلها وولده وهي مسئولة عنهم, والعبد راع علي مال سيده وهو مسئول عنه, ألافكلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته.    اخرجه البخاري</p>
<p>Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya, Amir yang menjadi penguasa atas manusia adalah pemimpin dia akan dimintai tanggung jawab atas mereka. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarga di rumahnya dan dia akan dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya, dia dimintai tanggung jawab atas mereka. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya, dia dimintai tanggung jawab atasnya. Ketahuilah masing-masing kamu adalah pemimpin dan dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya”. (HR. Bukhari)</p>
<p>Jelas bahwa setiap orang bertanggung jawab agar iman dan amal sholeh dapat istiqamah atau konsisten dijalankan agar keberuntungan dan kesuksesan didapatkan, dan usaha untuk menjaga agar tetap konsisten adalah dengan mendakwahi diri dan orang lain untuk taqwa kepada Allah. Rasulullah SAW juga bersabda:</p>
<p>عن أبي سعيد الخدرى رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: من راى منكم منكرا فليغيربيده,فإن لم يستطع فبلسنه,فإن لم يستطع فبقلبه,وذلك اضعف الايمان. رواه مسلم.</p>
<p>“Dari Abi Sa’id al Khudri RA berkata; Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa melihat diantara kamu kemunkaran maka cegahlah dengan tangannya, bila tidak mampu dengan lisannya, bila tidak mampu dengan hatinya dan yang seperti itu adalah selemah-lemahnya iman”. (HR. Muslim).</p>
<p>4.     Saling Berwasiat Untuk Selalu Bersabar Dalam Semua Keadaan</p>
<p>Sungguh perjuangan melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangannya adalah bukan suatu pekerjaan ringan. Hawa nafsu jahat manusia selalu mengajak untuk tidak konsisten dalam melaksanakan iman, amal sholeh dan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Godaan dan cobaan akan selalu datang untuk menguji keimanan dan ketaqwaan setiap orang. Diperlukan suatu kesabaran yang tinggi untuk dapat melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan dan mengahadapi segala cobaan dan ujian yang akan selalu datang. Rasulullah SAW dalam salah satu hadisnya menyatakan bahwa: Jika Allah mencintai suatu kaum maka Allah akan memberinya beragam ujian dan cobaan.</p>
<p>Demikian mudah-mudahan kita termasuk orang yang sukses dan beruntung. Amin.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ansoriok.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ansoriok.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ansoriok.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ansoriok.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ansoriok.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ansoriok.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ansoriok.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ansoriok.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ansoriok.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ansoriok.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ansoriok.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ansoriok.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ansoriok.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ansoriok.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ansoriok.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ansoriok.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=13&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ansoriok.wordpress.com/2008/02/11/meraih-keberuntungan-dan-kesuksesan-dunia-dan-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iansori</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hisablah Diri Anda Sebelum Diri Anda Dihisab</title>
		<link>http://ansoriok.wordpress.com/2008/01/14/hisablah-diri-anda-sebelum-diri-anda-dihisab-2/</link>
		<comments>http://ansoriok.wordpress.com/2008/01/14/hisablah-diri-anda-sebelum-diri-anda-dihisab-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 09:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-Tulisan Saya]]></category>
		<category><![CDATA[Hisablah dirimu sebelum dirimu dihisab]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja Keras]]></category>
		<category><![CDATA[Memanfaatkan Waktu]]></category>
		<category><![CDATA[Menghisab diri]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabatun Nafs]]></category>
		<category><![CDATA[Mukmin Kuat]]></category>
		<category><![CDATA[Mukmin Lemah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ansoriok.wordpress.com/2008/01/14/hisablah-diri-anda-sebelum-diri-anda-dihisab-2/</guid>
		<description><![CDATA[HISABLAH DIRI ANDA SEBELUM DIRI ANDA DIHISAB (SELAMAT TAHUN BARU 1429 H. DAN 2008 M.) Tak terasa perjalanan hidup kita telah bertambah satu tahun. Dan kini kita menapaki tahun baru 1429 H. dan 2008 M. Selamat tahun baru semoga di &#8230; <a href="http://ansoriok.wordpress.com/2008/01/14/hisablah-diri-anda-sebelum-diri-anda-dihisab-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=24&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HISABLAH DIRI ANDA SEBELUM DIRI ANDA DIHISAB<br />
(SELAMAT TAHUN BARU 1429 H. DAN 2008 M.) </strong></p>
<p>Tak terasa perjalanan hidup kita telah bertambah satu tahun. Dan kini kita menapaki tahun baru 1429 H. dan 2008 M. Selamat tahun baru semoga di tahun ini kita akan lebih baik dari tahun kemarin.</p>
<p>Tidada salahnya di awal tahun baru ini kita mengevaluasi dan mengkaji kembali apa yang sudah kita perbuat dalam rangka pengabdian kita kepada Allah SWT. Sudahkan kita penuhi perintah-perintahNya dan kita jauhi larangan-laranganNya? Atau malah sebaliknya? Allah SWT berfirman:</p>
<p>ياايهاالذين امنوا اتقواالله ولتنظر نفس ماقدمت لغد واتقوااللهقلى ان الله خبيربماتعملون. ولاتكون كالذين نسواالله فأنسهم انفسهم أولئك هم الفاسقون. لايستوي اصحب النارواصحب الجنةقلاصحب الجنة هم الفائزون. الحشر:18-20</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung”. (Al Hasyr: 18-20)</em></p>
<p>Dalam mengevaluasi diri, ingatlah kembali tujuan hidup kita di dunia. Allah menciptakan kita manusia di dunia ini tiada lain semata untuk mengabdi kepadaNya. Tentang hal ini baca kembali tulisan kami yang berjudul <a href="http://ansoriok.blogspot.com/2008/01/berbuat-dengan-ikhlas-karena-allah-swt.html">“Berbuat Dengan Ikhlas Karena Allah SWT.”</a> sebelumnya. Dengan selalu memperhatikan tujuan hidup maka akan kita ketahui kearah mana hidup telah kita bawa.</p>
<p>Rasulullah SAW. ketika berbicara tentang kehidupan di dunia ini kepada Ibnu Umar Beliau menyatakan:</p>
<p>عن ابن عمر رضى الله عنهماقال: أخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم بمنكبى فقال: كن فى الدنيا كأنك غريب او عابر سبيل&#8230; رواه البخارى</p>
<p><em>Dari Ibnu Umar RA. berkata: “Rasululluah SAW memegang kedua pundakku lalu bersabda: “Jadilah kamu hidup di dunia ini seolah-olah kamu orang asing atau orang yang sedang dalam perjalanan”&#8230; (HR. Bukhari)</em></p>
<p>Ini menunjukkan dan mengingatkan kepada kita bahwa janganlah pernah sekali-kali menjadikan dunia sebagai tujuan akhir kehidupan yaitu dengan berusaha keras sekuat tenaga mengumpulkan harta benda dunia dan melalaikan bahwa setiap yang kita usahakan adalah untuk pengabdian kepadaNya. Allah berfirman:</p>
<p>اعلموا انماالحيوةالدنيالعب ولهو وزينة وتفاخربينكم وتكاثر فى الاموال والاولد كمثل غيث اعجب الكفر نباته ثم يهيج فتره مصفرا ثم يكون حطاما وفى الاخرة عذاب شديد ومغفرة من الله ورضوان وماالحيوةالدنيا الامتاع الغرور.سبقوا الى مغفرة من ربكم وجنة عرضهاكعرض السماء والارض اعدت للذين امنوا بالله ورسلهقلذلك فضل الله يؤتيه من يشاءقلوالله ذوالفضل العظيم.  الحديد:-2120</p>
<p><em>“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang kuat dan ampunan dari Allah serta keridhaanNya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Berlomba-lombalah kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasulNya. Itulah karunia Allah, diberikannya kepada siapa yang dikehendakiNya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar”.  (Alhadid: 20-21).</em></p>
<p>Ini sama sekali bukan berarti Allah melarang kita untuk bekerja dan berusaha keras mencari harta dunia. Tapi bahkan sebaliknya Allah menyuruh kita bekerja keras untuk mendapatkan kehidupan dunia. Yang Allah inginkan adalah ketika kita bekerja keras mencari harta dunia, janganlah melupakan bahwa kita melakukan semua itu adalah karena Allah. Harta benda sebagai hasil yang kita dapatkan dari usaha keras itu nantinya kita tasarufkan di jalan Allah. Yang Allah peringatkan kepada kita dari ayat itu adalah banyak dari kita yang melupakan Allah dalam setiap usaha keras kita untuk mendapatkan dunia, lalu hasilnyapun kita tasarufkan untuk bermaksiat kepadaNya. Allah berfirman:</p>
<p>وابتغ فيما اتاك الله الدرالاخرة ولاتنسى نصيبك من الدنيا واحسن كما احسن الله اليك ولاتبغ الفساد فى الارض ان الله لايحب المفسدين.  القصص: 77</p>
<p><em>“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang-orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik  kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (Al Qashash: 77).</em></p>
<p>Rasulullah SAW menyatakan bahwa Allah SWT menyukai orang Mu’min yang kuat dalam segala hal sehingga mampu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam rangka beribadah kepadaNya dan Allah sangat membenci orang yang lemah dan bermalas-malasan.</p>
<p>عن ابي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: المؤمن القوي خير واحب الى الله من المؤمن الضعيف وفى كل خير احرص على ماينفعك واستعن بالله ولا تعجز وإن أصابك شيئ فلا تقل لو أني فعلت كان كذاوكذا ولكن قل قدرالله وماشاء فعل فإن لو تفتح عمل الشيطان.  رواه مسلم</p>
<p><em>Dari Abi Hurairah RA berkata, telah bersabda Rasulullah SAW: “Mu’min yang kuat lebih bagus dan lebih disukai Allah ketimbang Mu’min yang lemah. Dan dalam setiap kebaikan senang/ambisilah atas apa-apa yang mendatangkan kebaikan padamu dan mintalah tolong kepada Allah dan janganlah lemah. Dan apabila suatu musibah menimpamu maka janganlah kamu berkata: “Andaikata aku melakukan begini, pasti akan begini-begini”. Akan tetapi katakanlah: “Allah telah menentukan qadar kepadaku dan apa saja yang Allah kehendaki akan terjadi”. Karena kata-kata “Jikalau” itu membuka perbuatan syaithan”. (HR. Muslim).</em></p>
<p>Allah dalam salah satu firmanNya juga menegaskan:</p>
<p>وليخشى الذين لو تركوا من خلفهم ذرية ضعافا خفوا عليهمص فليتقواالله وليقولوا قولا شديدا.  النساء: 9</p>
<p><em>“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. (An Nisa: 9).</em></p>
<p>Sudahkah kita melakukan yang terbaik di tahun lalu? Marilah kita segera berbenah menuju yang diridhaiNya jika selama ini banyak maksiat yang kita lakukan. Manfaatkanlah setiap kesempatan yang ada untuk kita penuhi dengan beragam karya untuk kemajuan dunia dan akhirat dalam rangka beribadah kepadaNya. Jangan biarkan setiap kesempatan berlalu tanpa arti. Hadis Rasulullah SAW:</p>
<p>عن ابن عباس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: نعمتان مغبون فيهما كثيرمن الناس: الصحة والفراغ. رواه البخاري</p>
<p><em>“Dari Ibnu Abas berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu oleh keduanya, ialah: Sehat dan waktu luang” (HR. Bukhari).</em><br />
Dan lebih jauh Rasul SAW menyatakan:</p>
<p>اغتنم خمس قبل خمس: حياتك قبل موتك وصحتك قبل سقمك وفراغك قبل شغلك وشبابك قبل هرمك وغناك قبل فقرك. رواه الحاكم والبيهقي واحمد</p>
<p><em>“Pergunakanlah dengan baik lima kesempatan sebelum datang lima yang lain: Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, masa mudamu sebelum masa tuamu dan kayamu sebelum fakirmu”. (HR. Hakim, Baihaqi dan Ahmad)</em></p>
<p>Mulailah dari detik ini kita niatkan setiap aktivitas untuk beribadah dan jangan lagi pernah menunda-nunda. Ibnu Umar dalam lanjutan hadis di awal tulisan ini mengatakan:</p>
<p>وكان ابن عمر رضي الله عنهما يقول: إذا أمسيت فلا تنتظرالصباح وإذا أصبحت فلا تنتظرالمساء وخذ من صحتك لمرضك ومن حياتك لموتك</p>
<p><em>“Adalah Ibnu Umar RA ia berkata: “Jika engkau berada di waktu sore maka janganlah menunggu-nunggu pagi, dan jika engkau berada di waktu pagi maka janganlah engkau menunggu-nunggu waktu sore. Manfaatkanlah waktu sehatmu untuk sakitmu dan waktu hidupmu untuk matimu”.</em></p>
<p>Selalulah bertaqarrub kepadaNya dan memohon pertolonganNya. Ingatlah Allah lebih senang untuk selalu dekat dengan kita lebih dari senang kita untuk mendekatiNya. Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>عن انس رضي الله عنه عن النبى صلى الله عليه وسلم فيمايرويه عن ربه عزوجل قال: إذا تقرب العبد الي شبرا تقربت اليه ذراعا وإذا تقرب الي ذرعا تقربت منه باعا وإذا اتاني يمشي أتيته هرولة. رواه البخاري</p>
<p><em>Dari Anas RA dari Nabi SAW yang beliau meriwayatkan dari Tuhannya Allah Azza wa Jalla, Allah berfirman: “Apabila seorang hamba berusaha mendekatiKu satu jengkal maka Aku akan dekati dia satu hasta. Dan bila ia mendakatiKu satu hasta, maka Aku akan dekati dia satu rentang tangan. Dan jika ia mendatangiKu dengan berjalan, maka Aku akan datangi dia dengan cepat. (HR. Bukhari)</em></p>
<p>Demikianlah mudah-mudahan kita senantiasa berusaha untuk lebih baik di tahun ini dan juga masa-masa yang akan datang. Ingat selalu sabda Nabi SAW. “Barangsiapa hari ini lebih baik dari hari kemarin dialah orang yang beruntung. Barangsiapa hari ini sama seperti hari kemarin dialah orang yang rugi dan Barangsiapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah orang yang celaka”.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ansoriok.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ansoriok.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ansoriok.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ansoriok.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ansoriok.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ansoriok.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ansoriok.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ansoriok.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ansoriok.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ansoriok.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ansoriok.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ansoriok.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ansoriok.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ansoriok.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ansoriok.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ansoriok.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=24&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ansoriok.wordpress.com/2008/01/14/hisablah-diri-anda-sebelum-diri-anda-dihisab-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iansori</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekelumit Perjalanan Hidup Manusia Di Hari Kiamat (Renungan)</title>
		<link>http://ansoriok.wordpress.com/2008/01/04/sekelumit-perjalanan-hidup-manusia-di-hari-kiamat-renungan-2/</link>
		<comments>http://ansoriok.wordpress.com/2008/01/04/sekelumit-perjalanan-hidup-manusia-di-hari-kiamat-renungan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 08:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[hisab]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ansoriok.wordpress.com/2008/01/04/sekelumit-perjalanan-hidup-manusia-di-hari-kiamat-renungan-2/</guid>
		<description><![CDATA[SEKELUMIT PERJALANAN HIDUP MANUSIA DI HARI KIAMAT DALAM HADIS RASULULLAH SAW(Renungan) Dari Abi Hurairah ia berkata: “Pada suatu hari Rasulullah SAW. disuguhi sepotong daging, dihaturkan kepada beliau potongan kaki kambing, Rasulullah merasa takjub dengan suguhan itu, lalu beliau menggigit satu &#8230; <a href="http://ansoriok.wordpress.com/2008/01/04/sekelumit-perjalanan-hidup-manusia-di-hari-kiamat-renungan-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=23&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEKELUMIT PERJALANAN HIDUP MANUSIA DI HARI KIAMAT <br />DALAM HADIS RASULULLAH SAW<br />(Renungan)</p>
<p> Dari Abi Hurairah ia berkata: “Pada suatu hari Rasulullah SAW. disuguhi sepotong daging, dihaturkan kepada beliau potongan kaki kambing, Rasulullah merasa takjub dengan suguhan itu, lalu beliau menggigit satu gigitan kemudian bersaba”: “Akulah penghulu manusia pada hari kiamat, tahukah kamu hal ini?. Pada hari kiamat nanti Allah akan mengumpulkan seluruh manusia dari yang paling awal diciptakan hingga yang paling akhir di satu padang (tempat yang luas), mereka dapat mendengar seruan, pandangan mereka tidak terhalang dan mataharipun didekatkan. Mereka menanggung kesulitan dan kesusahan yang mereka tidak kuasa dan mampu untuk memikulnya. Berkatalah sebagian manusia kepada sebagian yang lain: “Tahukah kamu bagaimana keadaanmu sekarang?, Tahukah kamu apa yang menimpamu sekarang?. Carilah orang yang dapat memintakan syafa’at kepada Tuhanmu untuk kamu semua!”. Lalu berkata lagi sebagian manusia kepada sebagian yang lain: “Ayo datangi Adam!”. Lalu mereka semua mendatangi Adam, dan mereka berkata: “Wahai Adam!, Engkaulah bapak manusia, Allah telah menciptakan kamu dengan kekuasaanNya, Allah meniupkan ruh kepadamu dan memerintahkan para Malaikat dan mereka bersujud kepadamu. Mintakanlah syafa’at untuk kita kepada Tuhanmu!, bukankah engkau melihat bagaimana keadaan kita sekarang?!, Bukankah engkau melihat beban derita yang kita tanggung?!”. Lalu Adam menjawab: “Sungguh, Tuhanku hari ini teramat murka kepadaku, Dia belum pernah murka yang seperti ini sebelumnya dan Dia tidak akan pernah lagi murka yang seperti ini nanti, Tuhanku dulu melarangku memakan buah suatu pohon, tapi diriku…, diriku telah mendurhakaiNya..!. Pergilah…!, pergilah kamu semua menemui yang selain aku, pergilah temui Nuh!”. Lalu mereka semua mendatangi Nuh dan mereka berkata: “Wahai Nuh!, Engkaulah Rasul yang pertama diutus di muka bumi, Allah menyebutmu dengan ‘Abdan Syakura’ (hamba yang pandai bersyukur), mintakanlah syafa’at kepada Tuhanmu untuk kita!. Bukankah engkau melihat bagaimana keadaan kita?!. Bukankah engkau melihat beban derita yang kita pikul?!”. Lalu Nuh berkata kepada mereka: “Sungguh, Tuhanku sangat muraka hari ini, Dia tidak pernah murka yang seperti ini sebelumya, dan tidak akan pernah murka yang seperti ini nanti. Sungguh, aku dulu berdakwah mengajak kaumku…, tapi biarlah aku mengurus diriku saja…, diriku saja!. Pergilah kamu semua menemui selain aku, Pergilah kepada Musa SAW!”. Lalu mereka mendatangi Musa SAW. dan berkata: “Wahai Musa!. Engkau adalah rasul Allah, Allah telah memberimu keutamaan dengan risalahNya, juga dengan Allah berfirman langsung kepada manusia. Mintakanlah syafa’at untuk kita kepada Tuhanmu!. Bukankah engkau melihat bagaimana keadaan kita?! Bukankah Engkau melihat beban derita yang kita pikul?!”. Lalu Musa SAW. berkata kepada mereka: “Sungguh, Tuhanku teramat murka hari ini, Dia tidak pernah murka yang seperti ini sebelumnya dan tidak akan pernah lagi murka seperti ini nanti. Sungguh, aku dulu telah membunuh seseorang yang aku tidak diperintahkan untuk membunuhnya!. Aku mengurus diriku sendiri…!, diriku sendiri…! Pergilah kamu semua kepada Isa SAW!.”. Lalu mereka berkata: “Wahai Isa!. Engkau adalah Rasul Allah, engkau berbicara kepada manusia ketika bayi, kalimat dan ruh Allah letakkan kepada Maryam. Mintakanlah syafa’at untuk kita kepada Allah!. Bukankah engkau melihat bagaimana keadaan kita sekarang?!. Bukankah engkau melihat beban derita yang menimpa kita sekarang?!”. Lalu Isa SAW. berkata kepada mereka: “Sungguh, Tuhanku teramat murka hari ini, Dia tidak pernah murka yang seperti ini sebelumnya dan tidak akan pernah lagi murka yang seperti ini nanti”. Dan Isa tidak menyebutkan dosanya. “Aku mengurus diriku saja, …! Diriku saja…! Pergilah kamu semua kepada yang selain aku!. Pergilah kepada Muhammad!”. Lalu mereka semua mendatangiku, mereka semua berkata: “Wahai Muhammad!. Engkau rasul Allah dan penutup para Nabi. Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu dan yang terakhir. Mintakan syafa’at untuk kita kepada Tuhanmu!”. Lalu aku mendatangi bawah arsy’ dan aku jatuh bersujud kepada Tuhanku. Kemudian Allah membuka diriNya atasku dan memberi ilham kepadaku dari sifat Maha TerpujiNya,  dan pujian terbaik adalah atasNya. Allah belum pernah membuka diri kepada seorangpun sebelumku, lalu Allah berfirman: “Wahai Muhammad!, Angkat kepalamu dan mintalah sesuatu, engkau akan Aku beri. Mintalah syafa’at, Aku akan beri syafa’at”. Lalu kuangkat kepalaku dan aku berkata: “Ya Tuhanku! Umatku…!, Umatku…!”. Lalu Allah menjawab: “Wahai Muhammad!, Masuklah ke surga dari umatmu yang tidak terkena hisab melalui pintu surga sebelah kanan. Mereka adalah sekelompok manusia yang dapat masuk dari pintu itu!”. Demi jiwaku yang ada dikekuasaanNya, sesungguhnya jarak antara dua daun pintu dari pintu-pintu surga itu seperti jarak antara Mekah dan Hijr atau seperti antara Mekah dan Basrah”. (HR. Muslim).</p>
<p> Diterjemahkan dari hadis dalam kitab Shoheh Muslim juz awal kitab Al-Iman Bab Adna Ahlul Jannah Manzilatan Fiha. Dalam kitab yang sama Nabi Muhammad SAW. menyebutkan bahwa penghuni surga yang masuk surga tanpa hisab hanyalah 70000 orang saja dari semua umat manusia.</p>
<p> “Dari Abi Hurairah, sesungguhnya Nabi SAW. bersabda: “70000 orang dari umatku masuk surga tanpa hisab”. Berkata seorang laki-laki: “Wahai Rasulullah, berdo’alah kepada Allah agar Allah menjadikan aku termasuk diantara mereka”. Lalu Nabi berdo’a: “Ya Allah!, jadikanlah laki-laki itu termasuk diantara mereka”. Kemudian berdiri yang lain dan berkata: “Ya Rasulullah!, berdoalah kepada Allah agar Allah menjadikan aku termasuk diantara mereka”. Lalu Nabi menjawab: “Wah, sudah kedahuluan sahabat ‘Akasah”. (HR. Muslim).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ansoriok.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ansoriok.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ansoriok.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ansoriok.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ansoriok.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ansoriok.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ansoriok.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ansoriok.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ansoriok.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ansoriok.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ansoriok.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ansoriok.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ansoriok.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ansoriok.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ansoriok.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ansoriok.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=23&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ansoriok.wordpress.com/2008/01/04/sekelumit-perjalanan-hidup-manusia-di-hari-kiamat-renungan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iansori</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbuat Dengan Ikhlas Karena Allah SWT.</title>
		<link>http://ansoriok.wordpress.com/2008/01/02/berbuat-dengan-ikhlas-karena-allah-swt-2/</link>
		<comments>http://ansoriok.wordpress.com/2008/01/02/berbuat-dengan-ikhlas-karena-allah-swt-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2008 07:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-Tulisan Saya]]></category>
		<category><![CDATA[ihlas]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas karena Allah]]></category>
		<category><![CDATA[isa ansori]]></category>
		<category><![CDATA[lillahi Ta'ala]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[ridha Allah]]></category>
		<category><![CDATA[riya]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>
		<category><![CDATA[takabur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ansoriok.wordpress.com/2008/01/02/berbuat-dengan-ikhlas-karena-allah-swt-2/</guid>
		<description><![CDATA[BERBUAT DENGAN IKHLAS KARENA ALLAH SWT. Oleh: Isa Ansori Tujuan Hidup Manusia Adalah Beribadah Kepada Allah dengan Ikhlas Allah mengangkat manusia sebagai khalifah di muka bumi yang diberi amanat dan kekuasaan untuk mengatur dan mendayagunakan bumi untuk kemakmuran dan kesejahteraan &#8230; <a href="http://ansoriok.wordpress.com/2008/01/02/berbuat-dengan-ikhlas-karena-allah-swt-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=21&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERBUAT DENGAN IKHLAS KARENA ALLAH SWT.</strong><br />
Oleh: Isa Ansori</p>
<p><strong>Tujuan Hidup Manusia Adalah Beribadah Kepada Allah dengan Ikhlas</strong></p>
<p>Allah mengangkat manusia sebagai khalifah di muka bumi yang diberi amanat dan kekuasaan untuk mengatur dan mendayagunakan bumi untuk kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia dalam upaya pengabdiannya kepada Allah SWT. Firman Allah:</p>
<p>إناعرضناالامانةعلىالسموت والارض والجبال فأبين أن يحملنها واسفقنا منها وحملها الانسان انه كان ظلوما جهولا (الاحزاب: 72</p>
<p><em>“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan menghianatinya dan dipikullah amanat itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat Dzalim dan amat bodoh” (Al Ahzab: 72).</em></p>
<p>Amanat yang dimaksud adalah perjanjian yang dibuat antar manusia dengan Allah ketika di dalam alam kandungan ibunya. Allah berfirman</p>
<p>وإذأخذربك من بني ادم من ظهورهم ذريتهم واشهدهم على انفسهم الست بربكم قالوا بلى شهدنا ان تقولوا يوم القيمة اناكنا عن هذا غفلين (الاعراف: 172</p>
<p><em>“Dan( ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul Engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keEsaan Tuhan)”. (Al A’rof: 172).</em></p>
<p>Sesungguhnya inti dari amanat Allah tersebut adalah kesanggupan umat manusia untuk selalu mengabdi dan beribadah kepada Allah sepanjang hidupnya di dunia hingga akhirat. Ini sesuai dengan tujuan Allah menciptakan umat manusia, adalah untuk semata-mata menyembah, mengabdi, memuji, mengagungkanNya dan mengakui kekuasaanNya, juga mengakui kedudukan manusia sebagai hambaNya. Allah berfirman:</p>
<p>وما خلقت الجن والإنس الا ليعبدون (الذريات: 56)</p>
<p><em>“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu. (Adzariyat: 56).</em></p>
<p>Karenanya, apapun wujud gerak panca indera manusia dalam melakukan proses menunaikan amanatnya baik dalam bentuk ibadah mahdoh seperti shalat lima waktu, puasa, zakat, haji ataupun ibadah ghoiru mahdhoh seperti bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, melakukan ibadah sosial, mengurus masyarakat, amar ma’ruf nahi munkar bahkan dalam setiap hirupan napas, kedipan mata, gerakan tangan dan kaki,  dan semua gerak anggauta badan lainnya dan lebih bahkan lagi gerak-gerik hati manusia hendaknya diniatkan beribadah lillahi ta’ala dan untuk mendapatkan ridho Allah SWT.</p>
<p>Karena memang semua gerak-gerik panca indera dan hati akan ditanya oleh Allah pada hari kiamat, sudahkah mereka pada waktu di dunia digunakan untuk beribadah kepada Allah, ataukah malah untuk bermaksiat kepadaNya. Allah berfirman:</p>
<p>ولاتقف ماليس لك به علم ان السمع والبصر والفؤاد كل اولئك كان عنه مسئولا (الاسرأ: 36</p>
<p><em>“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggunganjawabnya”. (Al Isro: 36).</em></p>
<p>Pada hari kiamat justru tangan dan kaki akan bersaksi terhadap apa yang mereka lakukan. Firman Allah:</p>
<p>اليوم نختم على افواههم وتكلمناايدهم وتشهد ارجلهم بماكانوا يكسبون (يس: 65</p>
<p><em>“Pada hari kiamat Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”. (Yasin: 65).</em></p>
<p>Allah menginginkan agar manusia ikhlas dalam menggerakkan hati dan anggauta badannya baik ketika beribadah mahdhoh atau ghoiru mahdhoh, ialah murni karena beribadah kepadaNya dan mengharapkan ridhaNya. Sebagaimana Firman Allah:</p>
<p>وما امروا الا ليعبدالله مخلصين له الدين حنفاء ويقيمواالصلاةويؤتواالزكاة وذلك دين القيمة (البينة: 5)</p>
<p><em>“Dan mereka tidaklah disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam menjalankan agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus” (Al Bayyinah: 5).</em></p>
<p><strong>Niat lillahi Ta’ala Kunci Keikhlasan</strong></p>
<p>Kita telah tahu betapa pentingnya ikhlas lilLahi Ta’ala dalam setiap aktivitas hidup. Kunci penentu keikhlasan terletak pada niat saat awal kita melakukan suatu aktivitas. Tidak berniat atau salah dalam berniat akan berakibat fatal, karena dapat berujung tidak bernilai dimata Allah. Nilai akhir suatu perbuatan dalam Islam tergantung pada niat si pelaku perbuatan. Rasulullah SAW. bersabda:</p>
<p>وعن أمير المؤمنين أبى حفص عمربن الخطاب بن نفيل بن عبدالعزي بن رياح ابن عبدالله بن قرط بن زاح بن عدي بن كعب بن لؤى بن غالب القرشى العدوي رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله ص م يقول: إنما الأعمال بالنيات وانما لكل امرئ ما نوى, فمن كانت هجرته الى الله ورسوله فهجرته الى الله ورسوله, ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها اوامرأة ينكحها فهجرته الى ما هاجر اليه. متفق عليه.</p>
<p><em>“Dari Amirul Mukminin Abi Hafs Umar bin Khatab bin Nufail bn Abdul Uza bin Riyah ibn Abdullah bin Qarth bin Zah bin Adi bin Kaab bin Lu’ay bin Ghalib al-Qurasy al Adwy ra. Berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung dengan niatnya, dan sesungguhnya setiap orang (mendapatkan balasan dari Allah) sesuai apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa hijrahnya karena Allah dan RasulNya, maka hijrahnya (dibalas oleh Allah) karena Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa hijrahnya karena untuk mendapatkan dunia maka ia mendapat dunia atau seorang perempuan yang akan ia nikahi maka hirjah dia itu kepada apa yang ia hijrahi”. (HR. Bukhari Muslim).</em></p>
<p>Hendaklah selalu kita berniat karena Allah dan mencari ridha Allah dalam setiap gerak-gerik anggauta badan kita, dengan demikian manakala kita akan melakukan suatu perbuatan yang dibenci Allah hati akan menegur: “Jangan lakukan, ini tidak karena Allah”.</p>
<p><strong>Amal-Amal Perusak Keikhlasan lillahi Ta’ala</strong></p>
<p>Dalam proses menunaikan amanat Allah, banyak godaan syaithan datang  mengganggu keteguhan dan keikhlasan manusia dalam beribadah kepadaNya. Karena memang Syaithan senantiasa mengajak manusia ke jalan kesesatan untuk mereka jadikan teman hidup di neraka. Semua orang akan menjadi kawan Syaithan kecuali hamba-hamba Allah yang betul-betul ikhlas dalam beribadah kepadaNya.</p>
<p>قال رب بمااغويتني لازينن لهم فى الارض ولاغوينهم اجمعين. الا عبادك منهم المخلصين. قال هذا صرط مستقيم. ان عبادي ليس لك عليهم سلطن الا من اتبعك من الغاوين. وان جهنم لموعدهم اجمعين (الحجر: 39-34)</p>
<p><em>“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka (manusia) memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka. Allah berfirman: “Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Akulah (menjaganya). Sesungguhnya hamba-hambaku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut Syaithan) semuanya. (Hijr: 39-43).</em></p>
<p>Amalan-amalan Syaithan yang dapat merusak keikhlasan seseorang dalam beribadah kepada Allah adalah:</p>
<p>1. <strong>Syirik</strong>, adalah perbuatan mensekutukan Allah. Seseorang percaya bahwa Allah adalah Tuhannya dan kepadaNya ia mengabdi, namun dalam hatinya ia juga menganggap ada sesuatu lain yang dapat memberinya pertolongan, kekuatan, kehormatan dan lainnya, seperti dukun, azimat, tahta, kekuasan dan sebagainya, ini berarti ia tidak ikhlas dalam mengabdi kepada Allah. Padahal hanya Allahlah yang dapat memberi pertolongan, kekuatan dan lainnya. Segala apapun di dunia ini adalah milik Allah termasuk jiwa raganya.</p>
<p>2. <strong>Riya,</strong> adalah perbuatan memamerkan suatu yang dimiliki seseorang kepada orang lain dan merasa bangga dan senang apabila orang lain takjub dan kagum dengan apa yang ia pamerkan, ia senang orang lain memuji pada apa yang ia miliki. Orang riya’ lupa bahwa manusia tidak memiliki apapun, karena segala sesuatu adalah milik Allah, InnalilLah wa inna ilaiHi roji’un. Ia tidak ikhlas untuk menyerahkan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah, ia tidak memiliki apapun bahkan jiwa dan raganya.</p>
<p>3. <strong>Sombong/Takabur</strong>, adalah perasaan memandang remeh dan rendah orang lain, dan menganggap dirinya orang yang super paling dari perasaan yang ia banggakan. Dia merasa bahwa dia adalah yang paling pandai, cantik, kaya, dan sebagainya. Orang lain harus mengakui itu dan merasa bangga bila orang lain  merunduk-runduk dihadapannya. Orang sombong tidak ikhlas bahwa Allahlah yang paling hebat dalam segala hal. Ia lupa bahwa apapun adalah milik Allah dan ia tidak mempunyai sedikitpun yang dapat disombongkan.</p>
<p>4. <strong>Dan seluruh perasaan-persaan yang diluar lilLahi Ta’ala. </strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ansoriok.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ansoriok.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ansoriok.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ansoriok.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ansoriok.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ansoriok.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ansoriok.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ansoriok.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ansoriok.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ansoriok.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ansoriok.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ansoriok.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ansoriok.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ansoriok.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ansoriok.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ansoriok.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=21&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ansoriok.wordpress.com/2008/01/02/berbuat-dengan-ikhlas-karena-allah-swt-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iansori</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah Menyesatkan Umat</title>
		<link>http://ansoriok.wordpress.com/2007/12/27/aliran-al-qiyadah-al-islamiyah-menyesatkan-umat-2/</link>
		<comments>http://ansoriok.wordpress.com/2007/12/27/aliran-al-qiyadah-al-islamiyah-menyesatkan-umat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 06:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iansori</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan-Tulisan Saya]]></category>
		<category><![CDATA[ahmad mushadek]]></category>
		<category><![CDATA[al qiyadah]]></category>
		<category><![CDATA[al qiyadah al islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[aliran sesat]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ansoriok.wordpress.com/2007/12/27/aliran-al-qiyadah-al-islamiyah-menyesatkan-umat-2/</guid>
		<description><![CDATA[ALIRAN AL-QIYADAH AL-ISLAMIYAH MENYESATKAN UMMAT Oleh: Isa Ansori Akhir-akhir ini media massa ramai memberitakan tentang al-Qiyadah al-Islamiyah, satu aliran baru dalam Islam yang dipandang sesat, menyusul telah ditetapkannya aliran itu sebagai aliran sesat oleh Majlis Ulama Indonesia, Kejati DKI dan &#8230; <a href="http://ansoriok.wordpress.com/2007/12/27/aliran-al-qiyadah-al-islamiyah-menyesatkan-umat-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=20&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bp0.blogger.com/_WT7en_7xX7A/R3tIypkl9NI/AAAAAAAAAA0/BUJMAQxipbo/s1600-h/mushadek.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp0.blogger.com/_WT7en_7xX7A/R3tIypkl9NI/AAAAAAAAAA0/BUJMAQxipbo/s320/mushadek.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
ALIRAN AL-QIYADAH AL-ISLAMIYAH MENYESATKAN UMMAT<br />
Oleh: Isa Ansori</p>
<p>Akhir-akhir ini media massa ramai memberitakan tentang al-Qiyadah al-Islamiyah, satu aliran baru dalam Islam yang dipandang sesat, menyusul telah ditetapkannya aliran itu sebagai aliran sesat oleh Majlis Ulama Indonesia, Kejati DKI dan polisi. Kontroversi al-Qiyadah sebagai aliran sesat ini muncul, setelah beberapa bagian dari ajarannya menabrak pakem syari’at yang telah diyakini shoheh kebenarannya (mujma’ alaih) oleh mayoritas umat Islam di dunia.<br />
Ajaran-ajaran kontroversial al-Qiyadah yang dianggap sesat oleh MUI dan mayoritas umat Islam itu adalah:<br />
1. Pengakuan Ahmad Mushadek sebagai pimpinan utama al-Qiyadah yang mendakwakan dirinya sebagai Rasul (utusan) Allah melalui wahyu yang ia klaim telah ia terima dari Allah SWT setelah menjalani pertapaan selama 40 hari 40 malam di sebuah gubuk di villanya yang berada di gunung Bundan Bogor. Selanjutnya Mushadek merubah syahadat menjadi “Asyhadu alla ilaha illa Allah, wa asyhadu anna al masih al maw’ud Rasulullah”. Ia menyebut dirinya sebagai “Al-Masih al-Maw’ud” yang berarti Nabi yang dijanjikan Allah akan muncul menjelang hari kiamat. Dalam salah satu hadis Nabi Muhammad SAW, nabi yang dimaksud adalah Nabi Isa Alaihi Salam. Dan dalam hadis yang lain disebut dengan al-Mahdi yang bertugas menghancurkan Dajjal.<br />
2. Ahmad Mushadek menganggap ajarannya adalah ajaran baru yang datang dari Allah dan belum final yang juga berperan untuk meluruskan ajaran nabi sebelumnya termasuk Muhammad SAW, sehingga Mushadek  mengajarkan kepada para pengikutnya bahwa sholat, puasa Ramadhan, zakat, haji dan kewajiban-kewajiban lainnya adalah ibadah yang belum diwajibkan oleh Allah, sehingga tidak wajib dilaksanakan.<br />
Ajaran Mushadek menjadi sangat kontroversial karena bersentuhan langsung dengan rukun iman dan Islam. Bila yang dimaksud Mushadek sebagai Nabi yang diturunkan kembali oleh Allah SWT adalah Nabi Isa alaihissalam, Mushadek telah memanfaatkan dan memutarbalikkan hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa Nabi Isa akan turun ke dunia sebelum datang kiamat. Mushadek mendakwakan dirinya sebagai al-masih jelmaan nabi Isa yang dijanjikan Allah (al-maw’ud) untuk meluruskan ajaran-ajaran rasul sebelumnya termasuk Muhammad SAW. Padahal dalam hadis itu sangat jelas bahwa nabi Isa turun ke dunia adalah untuk mengokohkan ajaran Muhammad SAW dan meluruskan ajaran yang pernah ia bawa sebelumnnya yang telah banyak diselewengkan oleh para pengikutnya. Terjemahan dari matan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim riwayat dari Abi Hurairah adalah sebagai berikut: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Demi Allah yang jiwaku ada dikekuasaanNya, sungguh segera akan turun di tengah-tengah kamu anak laki-laki Maryam sebagai hakim yang adil, ia akan memecahkan salib-salib, membunuh babi-babi, menghapuskan pajak-pajak, mensedekahkan harta benda, sehingga tidak ada yang mau menerimannya seorangpun”. (HR. Bukhari Muslim).</p>
<p>عن أبى هريرة رضي الله قال قال رسول الله ص م. والذي نفسى محمد بيده ليوشكن أن ينزل فيكم إبن مريم حكما عدلا فيكسر الصلب ويقتل الحنزير ويضع الجزية ويفيض المال حتى لا يقبله احد&#8230; (متفق عليه)</p>
<p>Dari hadis tersebut jelas bahwa Nabi Isa diturunkan Allah untuk meluruskan kembali ajaran beliau sendiri sebab terdapat sebagian dari ajarannya telah diselewengkan oleh para pengikutnya, dan beliau adalah sebagai hakim yang adil dengan mengokohkan ajaran Muhammad SAW.<br />
Dan jika yang dimaksudkan oleh Mushadek bahwa dia adalah Imam Mahdi, Imam Mahdi tidak diturunkan oleh Allah untuk menyebarkan syari’at baru, tetapi tetap tunduk kepada syari’at Rasulullah SAW. bahkan membela dan melindunginya dari usaha perusakan-perusakan yang dilakukan oleh ulah Dajjal, bahkan beliau yang akan membunuhnya.<br />
Dengan menganggap dirinya sebagai al-masih al-maw’ud, Mushadek menganggap dirinya sebagai rasul baru yang membawa ajaran atau syari’at baru dan meluruskan ajaran atau syari’at Nabi Muhammad SAW. Ajaran seperti ini disamping bertentangan dengan hadis Rasulullullah SAW diatas juga bertentangan dengan hadis Nabi SAW. lainnya yang juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim riwayat dari Abu Hurairah:</p>
<p>عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله ص م قال إن مثلي ومثل الانبياء من قبلي كمثل رجل بني بيتا فأحسنه وأجمله إلا موضع لبنة من زاوية فجعل الناس يطوفون ويعجبون له ويقولون هلا وضعت هذه اللبنة قال فأنا الللبنة وأنا ختم النبين (رواه البخاري<br />
ٍ<br />
<em>&#8220;Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan para Nabi sebelumku adalah seperti perumpamaan seorang laki-laki yang membangun sebuah rumah, ia berusaha membuat baik dan indah bangunan rumah tersebut, kecuali ada satu bagian yang terdapat penempatan batu bata di pucuknya, lalu manusia datang mengelilingi bangunan itu dan merasa ta’jub dengan keindahannya dan mereka berkata: “siapakah yang memasang batu bata ini?” Nabi bersabda: “Akulah pemasang batu bata itu, dan akulah penutup para Nabi”. (HR. Bukhari).</em><br />
Dalam surat al-Ahzab 40, Allah berfirman:</p>
<p>ماكان محمد ابااحد من رجالكم ولكن رسول الله وخاتم النبين وكان الله بكل شيئ عليما (الاحزاب: 40</p>
<p><em>“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. </em></p>
<p>Ajaran al-Qiyadah al-Islamiyah selain menabrak dasar-dasar keimanan Islam juga menabrak dasar-dasar keIslaman. Al-Qiyadah yang menganggap dirinya sebagai ajaran baru memandang kewajiban shalat, puasa, zakat, haji dan ajaran Islam lainnya yang dibawa Nabi SAW. adalah ajaran lama yang tidak wajib dilaksanakan. Al-Qiyadah merumuskan bentuk ibadahnya sendiri menurut wahyu yang diterima oleh Mushadek seperti kewajiban shalat di waktu malam. Pembaharuan ibadah model Mushadek ini jelas bertentangan dengan ayat al-Qur’an diantaranya surat al-Bayyinah ayat 5. Disini tampak ketidakkonsistenan Mushadek, di satu sisi dia sering menggunakan ayat-ayat al-Qur’an untuk mengukuhkan keyakinannya dihadapan murid-muridnya seperti yang ia ajarkan dalam setiap pengajian-pengajian kelompoknya, sementara ajaran inti dari al-Qur’an tentang shalat, zakat, puasa, haji dan yang lainnya malah ia tinggalkan. Disini lebih tepat dikatakan Mushadek menodai Islam. Sesungguhnya akan lebih aman jika Mushadek mendeklarasikan agama lain dan bukan bernama Islam, sehingga tidak akan menimbulkan benturan dengan pengikut-pengikut Islam yang mengimani Muhammad SAW sebagai nabi akhir jaman.<br />
Dalam surah al-Bayyinah ayat 5 Allah berfirman:</p>
<p>وما أمروا الا ليعبدوا الله مخلصين له الدين حنفاء ويقيمواالصلوة ويؤتوا الزكوة وذلك دين القيمة. (الاحزاب: 5</p>
<p><em>“Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan demikian itulah agama yang lurus”. (QS. Al-Bayyinah: 5).</em></p>
<p>قال رسول الله ص م بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وحج البيت و الصوم رمضان. (رواه مسلم</p>
<p><em>Bersabda Rasulullah SAW: “Islam didiran di atas lima pondasi: 1). Syahadat sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hambaNya dan RasulNya; 2). Mendirikan shalat; 3). Menunaikan zakat; 4).Haji ke Baitullah; dan 5). Puasa bulan Ramadhan” (HR. Muslim)</em><br />
Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>العهد الذي بيننا ؤبينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر. (رواه الترمذي</p>
<p><em>“Janji yang membedakan antara kita (orang Islam) dengan mereka (orang non Islam) adalah Shalat; maka barangsiapa meninggalkan shalat sungguh ia telah kafir (keluar dari Islam). (HR. Tarmidzi).</em><br />
عن أبى هريرة عن رسول الله ص م أنه قال والذي نفسي محمد بيده لا يسمع بي أحد من هذه الأمة يهودي ولا نصراني ثم يموت ولم يؤمن بالذي أرسلت به الا كان من اصحاب النار. (رواه مسلم</p>
<p><em>Dari Abi Hurairah dari Nabi SAW beliau bersabda: “Demi Allah yang diri Muhammad ada dalam kekuasaanNya, Tidak mendangarkanku seorang umat dari umat-umat baik Yahudi atau Nasrani kemudian dia mati dan tidak beriman dengan risalah yang aku diutus untuknya kecuali Dia adalah penghuni neraka”. (HR. Muslim)</em></p>
<p>Demikian mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat untuk menjelaskan kedudukan aliran al-Qiyadah al-Islamiyah dipandang dari ajaran Islam yang dibawa oleh Rosulullah SAW., dan memagari para pemeluk Islam yang belum terpengaruh agar tidak masuk ke dalam aliran itu, dan mengajak kepada yang sudah masuk ke dalamnya untuk bertobat dan kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya. Catatan terpenting adalah agar umat Islam tidak main hakim sendiri dalam menghadapi kelompok ini, tetapi menyerahkan penyelesaian urusan ini kepada pemerintah (kepolisian).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ansoriok.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ansoriok.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ansoriok.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ansoriok.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ansoriok.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ansoriok.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ansoriok.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ansoriok.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ansoriok.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ansoriok.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ansoriok.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ansoriok.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ansoriok.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ansoriok.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ansoriok.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ansoriok.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ansoriok.wordpress.com&amp;blog=4006751&amp;post=20&amp;subd=ansoriok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ansoriok.wordpress.com/2007/12/27/aliran-al-qiyadah-al-islamiyah-menyesatkan-umat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iansori</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_WT7en_7xX7A/R3tIypkl9NI/AAAAAAAAAA0/BUJMAQxipbo/s320/mushadek.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
